Kumpulan Kisah Sex Cerita Dewasa Terbaru Ngentot ABG Cantik Bermemek Imut

Kisah Sex Terbaru – Ngentot ABG Cantik Bermemek Imut

[Total: 0    Average: 0/5]

Kumpulan Kisah Sex Cerita Dewasa Terbaru – Ngentot ABG Cantik Bermemek Imut | Update cerita baru lagi bro, kali ini menceritakan pengalman seorang pemuda yang bercinta dengan seorang gadis ABG cantik dan montok yang memiliki meki imut-imut. Pastinya bakalan sangat menarik banget ni guys.. Langsug simak aja ceritanya dibawah ini yuk..

Kisah Biru | Waktu itu keponakanku Ana minta tolong untuk mengatur pesta dihari ulang tahunnya. Karena
aku pernah kerja sebagai EO. Aku tanya ma Ana, dia maunya pestanya seperti apa dan berapa
budgetnya yang disediakan ortunya. Bapaknya Ana adalah adik kandungku, makanya Ana
bebas sekali ma aku. Kalo becanda dah kaya ma temennya, padahal umurku dan dia berbeda
jauh sekali, 20 tahun lebih. Ya gak apa, jadi aku awet muda kan kalo banyak bergaul dengan
abg.

Setelah aku mendapat info yang dibutuhkan, aku mencari cafe yang deket dengan rumah
adikku. Aku nego dengan manajer bar itu mengenai arrangement pesta hutnya Ana. Karena ini
pesta abg, makan malem mah ala kadarnya saja, yang penting banyak minumannya, non
alkohol tentunya. Aku juga minta disediakan MC dari bar yang bisa memandu beberapa games
untuk memeriahkan suasana. Aku minta adikku menyediakan beberapa suvenir dari kantornya
sebagai hadiah untuk games itu.
“An, temen-temen kamu kece-kece gak”.
“So pasti om, ana gitu loh”. wah asik juga nih, banyak yg bisa dilihat,
“Tapi mereka datengnya bawa pasangan lo om”. Wah, kecewa juga aku mendengarnya.
Sampe dengan hari H nya. undangan dibuat jam 8 malem. Adik dan iparku dah standby di bar
untuk menyambut temen-temen Ana. setelah makan malam, acara potong kue dilakukan, gak
ada coreng muka pake krim kue yang sering dilakukan pada acara abg. Setelah itu adikku dan
istrinya pulang karena selanjutnya adalah acara buat para abg. Ana minta aku tetap stay, dia
takut kalo ada acara yang meleset dari rencana.

Baca Juga : Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru – Rani Gadis SMU Yang Montok dan Bohay

“Om kan gak ada siapa-siapa dirumah, mending juga disini, ntar om turun aja ma temenku yang
gak bawa pasangan”.
Memang tadi aku liat ada beberapa perempuan abg yang dateng bergerombol tanpa kawalan
pasangannya. Acara games berlangsung meriah, palagi MC nya pinter banget membuat
suasana jadi ceria. Setelah acara games slesai, sampailah pada acara puncak. Musik
berdentam keras, ditingkahi dengan celoteh DJ yang mengajak para tetamu untuk mulai goyang.
“Om, ini Ayu, om temenin Ayu ya, dia gak punya pasangan”, Ana mengenalkan aku pada
seorang abg, seumuranlah ma Ana.
Cantik, wajahnya dihiasi dengan sepasang mata yang indah, bulu mata yang lentik, hidung
mancung dan bibir mungil yang merekah. Yang menarik perhatianku, Ayu punya kumis tipis
diatas bibirnya yang mengundang untuk dikecup. Diruang yang temaran aku masi bisa
menikmati wajah ayunya. Nama yang sangat sesuai dengan orangnya. Yang lebih menarik lagi,
dadanya dihiasi dengan sepasang tonjolan yang lumayan besar. Apalagi Ayu mengenakan t shirt
dan jins ketat, sehingga semua yang menonjol ditubuhnya menjadi nampak dengan jelas.
Pinggangnya ramping dan pinggul serta pantat yang membulat sehingga badannya yang imut
berpotongan seperti biola, sangat mengunggah napsu birahi.

“Om, tu apanya Ana si”, teriak Ayu ditengah bisingnya musik.
“Aku kakak bokapnya Ana”.
“Kok beda ya om”.
“apa bedanya?”
“Om keliatan lebih muda, b
“Mangnya kamu suka gak pake apa2 didepan lelaki?”
“Depan cowokku om”.
“Wah bole dong sekarang depan aku ya”.
“Maunya”. Musik berganti dengan musik yang lembut.
“Om turun lagi yuk, Ayu pengen dipeluk om”. Aku turun lagi dan melantai dengan Ayu, Ayu
kupeluk erat, terasa sekali toket besarnya mengganjal didadaku.
“Yu toket kamu besar ya, sering diremes ya”, bisikku.
“Iya om”. Aku mencium telinganya, Ayu menggeliat kegelian,
“om, nakal ih”.
“Tapi suka kan”. Ayu gak menjawab, kembali aku mencium lehernya sehingga Ayu
menggelinjang.
Ayu mempererat pelukannya, aku seneng eja dipeluk abg seksi kaya Ayu. Sampe acara selesai
Ayu nempel terus ma aku.
“Om tinggal sendiri ya”.
“Kok tau”. “ana yang bilang, napa si om tinggal sendiri”.
“aku dah cere Yu, anak2 ikut ibunya, napa kamu mo gantiin?”
“Mangnya om mau ma Ayu, Ayu kan masi abg, ntar om malu lagi jalan ma Ayu”.
“Wah malah bangga Yu, bisa jalan ma abg yang cantik dan seksi kaya kamu”. Ketika ana melihat
Ayu nempel terus ma aku, dia mulai godain,
”Wah ada yang nempel terus neh kaya prangko, ayu cantik kan om, pasti om suka deh ma Ayu,
aku kan tau selera om kaya apa”. Aku hanya senyum saja, Ayu cemberut jadinya,
“Udah deh loe sana ma cowok loe aja, gak bole liat orang lagi seneng ja”.
“Iya deh”, Ana meninggalkan kami sambil tertawa berderai.
Setelah acara selesai, aku membereskan administrasinya dengan pihak bar.
“Om, makasi banyak ya buat bantuannya, kalo gak ada om pasti pestaku gak semeriah ini. Yu
kamu pulang ikutan om ku ja, dia searah kok sama rumah kamu. Om anterin ayu dulu ya, jangan
diapa2in lo temenku yang seksi ini, dah tengah malem soalnya”, ana tersenyum sambil menjabat
tanganku.

“Mau aku anter pulang Yu”, tanyaku menoleh ke ayu.
“Bole, kalo gak ngerepotin om”.
“Buat prempuan secantik dan seseksi kamu apa si yang repot”. Ayu aku gandeng menuju ke
tempat parkir.
“Om, Ayu males pulang deh”.
“Lo napa”. “Dirumah gak ada siapa2 om, mending juga ma om ada yang nemenin Ayu ngobrol”.
“Mangnya ortu kemana”.
“Wah ortu mah sibuk ma urusan masing2, Ayu jarang ketemu ortu biar serumah juga. ayu
ketemu ortu kalo ada keperluan ja, minta duit”.
“O gitu, kamu mo ikut aku ke apartmen?’
“Bole om”.
“Gak takut ma aku”.
“Mangnya om mo makan Ayu”.
“Mau makan bagian2 tertentu dibadan kamu”. Ih si om, bisa aja”. Sepanjang perjalanan ke
apartmenku ayu curhat mengenai kondisinya, aku menjadi pendengar yang baik saja, sesekali
aku kasi komentar.
“Om, ayu suka deh lelaki kaya om, mature sekali, lagian om ganteng banget, atletis lagi
badannya. Om sering maen ma abg ya”.
“Sesekali ja Yu, kalo ada yg seksi kaya kamu, kamu mau kan maen ma aku”. Ayu diem saja, tapi
tangannya mulai mengelus2 pahaku, aku tau itu jawabannya atas pertanyaanku.
Sesampainya di apartmen, aku langsung parkir mobil di basement di lot yang diperuntukkan buat
aku. Ayu kugandeng ke lift dan lift meluncur ke lantai 40, dimana aku tinggal. Di lift ayu kupeluk
dan kucium pipinya,
“Oom”, ayu hanya melenguh sambil memperat pelukannya ke aku.

Di apartment, Ayu langsung inspeksi, apartmenku kecil, ada 2 kamar tidur, ruang tamu yang
menyatu dengan ruang makan dan pantri. Di bagian belakang ada tempat untuk cuci pakean
dan balkonnya lumayan luas untuk jemur pakean. Ayu cukup lama berdiri di alok menatap kerlap
kerlip lampu kota. Aku memeluknya dari belakang sambil mencium kuduknya. Ayu
mengeglinjang tapi dia membiarkan tanganku yang mulai mengelus toketnya dari luar t shirtnya.
“Ooom”, lenguhnya ketika toket montoknya mulai kuremas2.
Ayu menggeser2kan pantatnya yang membulat ke selangkanganku. Kontolku dah mengejang
dengan kerasnya.
“Ih, om dah ngaceng ya”, katanya sambil terus menggeser2kan pantatnya ke kekontolku. aku
makin gemes meremes2 toketnya, terasa sekali besar dan kencengnya toket abg montok ini.
“Om, ayu dah pengen om, masuk yuk”.

Di sofa Ayu langsung melepas pakean luarnya. Wah baru seumur segini dah liar banget ni anak,
pikirku. Ya aku seneng ja dapet abg yang liar kaya Ayu gini, pasti nikmat banget dientotinnya.
Aku mengeluarkan 2 soft drink dari lemari es. Aku melotot melihat ayu muncul dengan daleman
bikini yang minim dan seksi. Toketnya seakan mau tumpah dari branya yang minim sekali.
Demikian pula jembutnya berhamburan dari cd bikini yang model g string itu.
“Yu, duduk disebelahku, kamu mau gak aku pijitin”, tanyanya.
aku tinggal memakai celana panjangnya saja. Baju dah kulepas. Ayupun duduk
membelakangiku. Aku mulai memijit pelan keningnya dari belakang. Dari kening turun ke kuduk.
Ayu hanya terpejam saja menikmati pijitanku, turun lagi ke pundak. “Enak om”, katanya.
“Memangnya om pernah jadi tukang pijit ya”, godanya.

Aku diam saja, tapi tanganku meluncur ke toketnya. Jariku kembali menelusuri toketnya, kuelus2
dengan lembut. Ayu terdiam, napasnya mulai memburu terengah. Jari kuselipkan ke branya dan
mengkilik2 pentilnya. Pentilnya langsung mengeras,
“Ooom”, lenguhnya. Aku langsung saja meremes2 toketnya dengan penuh napsu.
Ayu bersandar di dadaku yang bidang. Aku kembali menciumi lehernya sementara kedua
toketnya terus saja kuremes2, sehingga napsunya makin berkobar. Kemudian aku minta ayu
berbalik sehingga kami duduk berhadapan. Ayu tak menunggu lama, aku segera mengecup
bibirnya. Dibalas dengan ganas. Bibirnya kukulum, lidahnya menjalar didalam mulutku
sementara tangannya segera turun mencari kontolku. Diusap2, terasa sekali kontolku sudah
ngaceng berat, keras sekali. Segera ikat pinggangku dibuka, celanaku dibuka. Aku berdiri
sehingga celana panjangku meluncur ke lantai. kontolku yang besar panjang itu nongol dari
bagian atas CD ku yang mini. Kami segera bergelut. Aku terus meremas-remas toketnya
sementara Ayu mengocok kontolku.

Lihat Juga:
Cerita Sex Terbaru - Berawal Dari Ngintip Pengantin Baru

“om keras banget, gede lagi”, katanya sambil jongkok didepanku, melepas cdku dan menciumi
kontolku dan menghisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya.
“Aah Yu, kamu pinter banget bikin aku nikmat”, erangku.
“aaaduuuuuhh. Yu..enak banget emutanmu”. kontolku dijilati seluruhnya kemudian dimasukkan
ke mulutnya, dikulum dan diisep2. Kepalanya mengangguk2 mengeluar masukkan kontolku di
mulutnya. Akhirnya aku gak tahan lagi. Ayu kubopong ke kamar.
Ayu kubaringkan diranjang. Sambil terus meremas2 toketnya tanganku satunya nyelip ke balik
cd bikininya yang g string itu. Otomatis pahanya mengangkang, sehingga aku deng
Tanganku menyusup ke punggungnya sambil mengecup bibirnya. Tali pengikat bra kutarik
sehingga toketnya membusung menantang untuk diremas dan dikenyot pentilnya, tanpa penutup
lagi. Ikatan CD bikini kutarik dengan mulutku sehingga lepaslah semua penutup tubuhnya yang
minim.

“Yu kamu napsuin banget deh”, kataku.
Aku langsung saja menindihnya. penisku kuarahkan ke belahan memeknya yang sudah basah
dan sedikit terbuka, lalu aku menekan kontolku sehingga kepala kontolku mulai menerobos
masuk memeknya. Ayu mengerang keenakan sambil memeluk punggungku. Aku kembali
menciumi bibirnya. Lidahnya menjulur masuk mulutku lagi dan segera kuisep2. sementara itu
aku terus menekan pantatku pelan2 sehinggga kepala kontolku masuk memeknya makin dalam
dan bless, kontolku sudah masuk setengahnya kedalam memeknya.
“Aah, om nikmat banget om”, erangnya sambil mencengkeram punggungku.
Kedua kakinya dilingkarkan di pinggangku sehingga penisku besarku langsung ambles
semuanya di memeknya.
“Om, ssh, enak om, terusin”, erangnya.
Ayu menggeliat2 ketika aku mulai mengeluar masukkan kontolku di memeknya. Ayu
mengejang2kan memeknya meremes2 kontolku yang sedang keluar masuk itu.
“Yu, nikmat banget empotan memek kamu, kamu masi muda gini dah pinter ngeladenin
napsuku”, erangku.

aku memeluknya dan kembali menciumi bibirnya, dengan menggebu2 bibirnya kulumat, Ayu
mengiringi permainan bibirku dengan membalas mengulum bibirku. Terasa lidahnya menerobos
masuk mulutku. Aku mengenjotkan kontolku keluar masuk makin cepat dan keras, Ayu
menggeliatkan pinggulnya mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya. Setiap kali aku
menancapkan kontolku dalam2 Ayu melenguh keenakan.
Terasa banget kontolku menyesaki seluruh memeknya sampe kedalem. Karena lenguhannya
aku makin bernapsu mengenjotkan kontolku. Gak bisa cepet2 karena kakinya masih melingkar
dipinggangku, tapi cukuplah untuk menimbulkan rangsang nikmat di memeknya. Kenikmatan
terus berlangsung selama aku terus mengenjotkan kontolku keluar masuk, akhirnya Ayu gak
tahan lagi. Jepitan kakinya di pinggangku terlepas dan di kangkangkan lebar2. Posisi ini
mempermudah gerakan kontolku keluar masuk memeknya dan rasanya masuk lebih dalam lagi.
Tidak lama kemudian Ayu memeluk punggungku makin keras
“Om, Ayu mau nyampe om”.
“Kita bareng ya Yu”, kataku sambil mempercepat enjotanku.
“Om, gak tahan lagi om, Ayu nyampe om,aakh”, jeritnya saking nikmatnya.
Kakinya kembali melingkar di pinggangku sehingga kontolku nancep dalam sekali di memeknya.
memeknya otomatis mengejang2 ketika Ayu nyampe sehingga bendungan pejuku bobol juga.
“Akh Yu, aku ngecret Yu, akh”, aku mengerang sambil mengecretkan pejuku beberapa kali di
memeknya.

Dengan nafas yang terengah engah dan badan penuh dengan keringat, Ayu kupeluk sementara
kontolku masih tetep nancep di memeknya. Ayu menikmati enaknya nyampe. Setelah gak
ngos2an, aku mencabut kontolku dari memeknya.kontolku berlumuran lendir memeknya dan
pejuku sendiri. Aku berbaring disebelahnya.
“Yu, kamu nikmat banget deh kalo dientot. Kamu yang paling nikmat dari semua abg yang
pernah aku entot”, kataku sambil mengelus2 pipiku.
“Ayu mo kok tinggal sama om, biar om gak usah repot cari abg kalo pengen ngentot. Udah
tersedia di rumah”, katanya sambil tersenyum. Aku diam saja.
“Om, Ayu ngantuk dan cape”.
“Ya udah, tidur ja Yu, besok kita tempur lagi”. Aku mematikan lampu dan tak lama kemudian
kami dah terlelap diranjang yang kusut bertleanjang bulat.
Hari sudah mulai terang ketika kami terbangun. Aku merasa lapar, ayu juga,
“Om, Ayu laper om”, katanya.
“Iya Yu, aku juga laper lagi nih, abis kerja keras sih”, jawabku.
“Mandi dulu yuk” ajakku.

Kami bercanda-canda di kamar mandi seperti anak kecil saling menggosok dan berebutan
sabun, aku kemudian menarik tubuhnya merapat ke tubuhku. Aku duduk di toilet dan Ayu duduk
dipangkuanku dan aku mengusap2 pahanya.
“Kamu cantik sekali, Yu”, rayuku.
Tanganku pindah ke bukit memeknya mempermainkan jembutnya yang lebat. Aku bisa
melakukan itu karena ayu mengangkangkan pahanya. Tanganku terus menjalar ke atas ke
pinggangnya.
“geli om”, katanya ketika tanganku menggelitiki pinggangnya.
Ayu menggeliat2 jadinya. Segera aku meremes2 toketnya.
”toket kamu besar ya Yu, kenceng lagi”, kataku.
“om suka kan”, jawabnya.
“ya Yu, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabku sambil terus meremes2 toketnya. Aku
kemudian mencium bibirnya. Akhirnya usailah kemesraan di kamar mandi. Kami saling
mengeringkan badan, dengan masih bertelanjang bulet, aku menyiapkan sarapan buat kita ber
2. Indomi rasa presiden ja ya Yu”.
“Ya abis iklannya indomi dipake ma capres kan”.
“Bisa aja si om, boleh deh, Ayu suka kok apa aja, asal om yang sediain”.
“Ih manjanya”. “Tapi om suka kan Ayu manja2 ma om”.
“Suka banget Yu”.
“ayu tinggal ma om ya, boleh ya om”.
“Nanti om dituduh melarikan anak dibawah umur lagi ma ortu kamu, kan repot kalo dilaporkan
polisi sgala. Ayu bole kok kapan aja mo nginep disini”. Ayu diem saja, kulihat ada raut
kekecewaan diwajahnya.
“Jangan kecewa dong sayang, aku buatin dulu ya indomi rasa presidennya”. Dia kembali
tersenyum.
Cantik sekali Ayu, wajahnya yang tanpa riasan sama sekali tampak cantik segar dan muda
sekali. aku langung on lagi ngeliatnya. Segera aku menyiapkan sarapan.
“Kamu mo minum apaan Yu, ada teh kopi atau susu. Kalo susu mah kamu dah punya ya, besar
lagi”.
“Oom”, katanya manja.

Baca Juga : Kumpulan Kisah Dewasa Terbaru – Selingkuh Dengan Om Ku

Aku nyiapin tehm manis ja buat aku dan dia. Setelah indominya mateng, aku tambahin bawang
goreng, sedikit kecap asin dan roiko penedap rasa.
“Om enak banget indomi bikinan om, kalo dirumah bikinan pembokat gak seenak bikinan om”.
“Kalo suka ya tambah lagi ya, nanti aku bikinin lagi”.
“enggak lah om, ni kan ukuran jumbo, semangkok juga ayu dah kenyang”.
“semalem kan ukuran jumbo yang masuk, dah kenyang juga”.
“O kalo yang itu masi pengen berkali2 lagi”.
“Haah, berkali2 lagi”.
“Iya om, abis nikmat banget si, abis sarapan maen lagi ya om”. Luar biasa napsunya ni abg
pikirku, ya gak apalah, malah aku bisa nikmati ayu terus2an.
Di kamar, ayu sudah berbaring diranjang. kontolku yang belum diapa2in sudah ngaceng berat.
Aku segera mengecup bibirnya, beralih ke lehernya dan kemudian turun ke toketnya. toketnya
kuremes2, ayu terengah, napsunya berkobar lagi. pentilnya ku emut2 sambil meremas toketnya.
Tanganku satunya menjalar kebawah, menerobos lebatnya jembutnya dan mengilik2 itilnya.
“aakh om, pinter banget ngerangsang Ayu”, erangnya.

Ayu mengangkangkan pahanya supaya kilikannya di itilnya makin terasa. Kilikan di itilnya
membuat ayu makin liar. Tangannya mencari kontolku, diremes dan kepalanya dikocok2. Ayu
bangkit. kontolku yang tegak berdiri dengan kerasnya. langsung diraih dan dijilati. Pertama cuma
kepalanya yang dimasukkan ke mulutnya dan diemut2. Aku meraih pantatnya dan menarik ayu
menelungkup diatasku. Aku mulai menjilati memeknya, ayu menggelinjang setiap kali aku
mengecup bibir memeknya. Dengan kedua tangan, aku membuka memeknya pelan2, aku
menjilati bagian dalam bibir memeknya. Ayu melepaskan emutannya di kontolku dan mengerang
hebat,
“om aakh”. Pantatnya menggelinjang sehingga mulutku melekat erat di memeknya.
“Terus om aakh”, erangnya lagi.
itilnya yang menjadi sasaran berikutnya, ayu makin mengerang keenakan. memeknya makin
kebanjiran lendir yang terus merembes, soalnya ayu udah napsu banget. Cukup lama aku
mengemut itilnya dan akhirnya
“Om, Ayu nyampe om, aakh”, erangnya.
“om nikmat banget deh, belum dientot udah nikmat begini om”. Ayu memutar badannya
kesamping dan berbaring disebelahku.
Aku mencium bibirnya. Kemudian ayu kunaiki, kutancapkan kontolku kememeknya dan
kudorongnya masuk pelan2,
“Om, enak, masukin semuanya om, teken lagi om, akh”, erangnya merasakan nikmatnya
kontolku nancep lagi di memeknya.
Aku mengenjotkan kontolku keluar masuk, ketika sudah nancep kira2 separonya, aku
menggentakkan pantatku kebawah sehingga langsung aja kontolku ambles semuanya di
memeknya.
“Om, aakh”, erangnya penuh nikmat.
aku mengenjotkan kontolku keluar masuk makin cepet, sambil menciumi bibirnya sampe
akhirnya,
“Om, Ayu nyampe lagi om, ooh”, ayu mengejang2 saking nikmatnya. memeknya otomatis ikut
mengejang2. Aku meringis2 keenakan karena kontolku diremes2 memeknya dengan keras, tapi
aku masih perkasa.

Kemudian aku mencabut kontolku dan minta ayu nungging. Aku menciumi kedua bongkahan
pantatnya, dengan gemas aku menjilati dan mengusapi pantatnya. Mulutku terus merambat ke
selangkangannya. Ayu mendesis merasakan sensasi waktu lidahku menyapu naik dari
memeknya ke arah pantatnya. Kedua jariku membuka bibir memeknya dan aku menjulurkan
lidah menjilati bagian dalem memeknya. Ayu makin mendesah gak karuan, tubuhnya
menggelinjang. Ditengah kenikmatan itu, aku dengan cepat mengganti lidah dengan kontolku.
Ayu menahan napas sambil menggigit bibir ketika ****** besarku kembali nancep di memeknya.
“Om”, erangnya ketika akhirnya kontolku ambles semuanya di memeknya.
Aku mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk, mula2 pelan, makin lama makin cepat dan
keras. Ayu kembali mendesah2 saking enaknya. toketnya kuremes2 dari belakang, tapi enjotan
kontolku jalan terus. Ditengah kenikmatan, aku mengganti posisi lagi, aku duduk di kursi dan ayu
duduk dipangkuanku membelakangiku. kontolku sudah nancep semuanya lagi di memeknya.
Ayu menolehkan kepalanya sehingga aku langsung melumat bibirnya. Ayu semakin cepat
menaik turunkan badannya sambil terus ciuman dengan liar.

Lihat Juga:
Kisah Dewasa Terbaru - Pengalaman Diajarin Sex Sama Tanteku

Aku gak bosen2nya ngeremes toketnya. Pentilnya yang sudah keras itu kuplintir2. Gerakannya
makin liar saja, ayu makin tak terkendali menggerakkan badannya, digerakkannya badannya
turun naik sekuat tenaga sehingga kontolku nancep dalem banget. “Om Ayu dah mau nyampe
lagi om, aduh om, enak banget”, erangnya. Tau ayu udah mau nyampe, aku mengangkat
badannya dari pangkuanku sehingga kontolku yang masih perkasa lepas dari memeknya. “Kok
brenti om”, tanyanya protes.
Ayu kutelentangkan lagi diranjang, aku naiki dia dan kembali kutancepkannya kontolku kedalam
memeknya. Dengan sekali enjot, kontolku sudah ambles semuanya. Aku mulai mengenjotkan
kontolku keluar masuk dengan cepat. memeknya mulai berkontraksi, mengejan, meremes2
kontolku, tandanya ayu dah hampir nyampe. Aku makin gencar mengenjotkan kontolku, dan
“Om, Ayu nyampe om, akh”, jeritnya.

Kumpulan Kisah Sex Koleksi Cerita Dewasa xxx 18+ Terbaru Paling Hot 2018 – Ngentot ABG Cantik Bermemek Imut

Akupun merasakan remesan memeknya karena nyampe. enjotanku makin cepat saja sehingga
akhirnya,
“Yu…” aku berteriak menyebut namanya dan pejuku ngecret dengan derasnya di memeknya.
“Om, nikmat banget ya, lagi ya om”, tanyanya.
“istirahat dulu ya Yu, kamu kok gak puas2 si, aku cape juga nih nggelutin kamu”, jawabku.
Aku mencabut kontolku dan terkapar disebelahnya. Tak lama kemudian aku kembali terlelap
karena lemes dan nikmat.
Aku terbangun, dah ampir tengah hari. kulihat Ayu masi terkapar dengan lelapnya. Toketnya
yang membusung bergerak turun naik seiring dengan tarikan napasnya. Kkinya pada posisi
mengangkang sehingga memeknya terkuak diantara kerimbunan jembutnya. Memek yang
barusan memberikan kenikmatan tak terhingga bagiku karena jepitan pada kontolku.
Memandangi tubuhnya pada posisi menantang seperti itu, napsuku naik lagi, kontolku kembali
mulai mengeras. Ayu masih terbaring di ranjang. aku mandi membersihkan diriku, selesai mandi
kulihat ayu dah terbangun.
“enak banget tidurnya Yu”.
“Ayu cape banget om, om kok mandi gak ajak2 Ayu”.
“Abis bobonya pules banget, jadi aku gak bangunin kamu. Dah siang ni, mo cari makan gak, aku
laper”.
“Ayu juga laper om, mi presidennya dah abis buat maen tadi pagi, kudu diisi batere baru ni, pasti
om masi mau maen ma Ayu lagi kan”.
“Tau aja kamu, dah mandi sana”.
“Ayu gak bawa ganti om, masak pake baju yang semalem”.
“Mo pake bajuku, kegedean gak”. Ayu tubuhnya imut, sehingga kalo pake pakeanku pastinya lah
kedodoran.
“Gini deh, abis mandi ya terpaksa kamu pake lagi baju itu. Aku anter kamu pulang buat tuker
baju, baru kita pergi cari makan”.
“Ayu tapi masi mo disini om”.
“Boleh, kamu boleh ja disini selama kamu mau, tapi kan kamu gak mo pake baju yang
semalem”. Ayu segera masuk kamar mandi membersihkan diri, selesai mandi dia mengenakan
pakean yang semalem, kulihat dalemannya cuma dimasukkan kantong plastik.
“Yu om, buruan, gatel2 ni, pake baju yang esemalem”. Rumah Ayu gak jauh dari apartmentku.
“Om, brentinya jauhan dari rumah ya, ntar keliahatan ma pembantu lagi Ayu om anter pulang”.
Aku berhenti dibawah pohon rindang, Ayu segera menenteng kantong plastik yang berisi
dalemannya menuju rumahnya.

Cukup lama aku menunggunya, dia keluar lagi cuma bercelana pendek dan memakai tanktop.
toketnya yang membusung nampak sangat menonjol. Aku dah pengen menggemasi toketnya
itu.
“Kamu tu seksi sekali deh Yu, pake apa aja tetep aja seksi dan cantik”.
“Kalo gak pake apa2?”
“Wah lebi lagi, merangsang. Kamu mo makan apa?”.
“Terserah om aja, abis makan Ayu om makan lagi kan”.
“So pasti lah, kam kata kamu kita mo isis bensin buat ronde berikutnya”. aku menuju ke mal
yang terdekat dari tempat itu. Kit puter2 saja disana mencari makan.
“Yu kamu mo aku beliin pakean?”
“Gak ah om, pakean Ayu dah selemari dirumah”. Akhirnya aku mengajak Ayu makan pasta di
satu resto pasta Itali. Ayu doyan banget makan pasta, dia makan semua yang aku pesan
dengan lahapnya.
“Wah ngisi bensinnya banyak banget Yu”.
“Biar siap om kerjain lagi”. Pulang makan, ayu berbaring diranjang dan aku duduk disebelahnya.
“Yu, aku dah napsu lagi liat badan kamu”, kataku.
Langsung Ayu melirik daerah kontolku, kelihatan sekali sudah mulai ngaceng karena kelihatan
menggelembung. Aku mengelus2 punggungnya, terus tanganku pindah mengelus pahanya,
merayap makin dalam sehingga menggosok memeknya dari luar celana pendeknya.
“Gak berasa om, lepasin dong pakean Ayu”. Aku membuka kancing celana pendeknya dan
kulorotkan, Ayu membantu dengan mengangkat pantatnya keatas.
Ayu mengangkangkan pahanya sehingga jariku menggosok2 belahan memeknya dari luar cd.
“Ssh om”, erangnya. terus saja aku mengelus belahan memeknya dari luar cd nya.
Aku mulai menjilati pahanya, jilatanku perlahan menjalar ketengah. Ayu hanya dapat
mencengkram sprei ketika merasakan lidahku yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir cd
nya yang kusingkirkan dengan jari, lalu menyentuh bibir memeknya. Bukan hanya bibir
memeknya yang kujilati, tapi lidahku juga masuk ke liang memeknya. Aku terus mengelus paha
dan pantatnya mempercepat naiknya napsunya. Sesaat kemudian, aku melepas cd nya.
Kembali terpampang dengan jelas .memeknya yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi.
Aku mendekap tubuhnya dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut aku
membelai permukaannya yang ditumbuhi jembut yang lebat. Sementara tanganku yang satunya
mulai naik ke toketnya, menyusup ke dalam tanktopnya, kemudian kebalik branya kemudian
meremas toketnya dengan gemas.

Baca Juga : Koleksi Kisah Sex Terbaru – ML Dengan Pembantu Di Kamar Mandi

“Yu, toket kamu besar dan keras. Jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu besar ya”
kataku dekat telinganya sehingga deru nafasku menggelitik.
Ayu hanya terdiam dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifnya. Aku
makin getol, jari-jariku kini bukan hanya mengelus memeknya tapi juga mulai mengorekngoreknya,
tanktop dan branya dah kulepas sehingga aku dapat melihat jelas toketnya dengan
pentil yang sudah mengeras. Tak lama kemudian cd nya pun menyusul kulepaskan, ayu dah
tlanjang bulet siap menampung kontolku lagi didalem memeknya. Ayu merasakan ****** keras di
balik celanaku yang kugesek-gesek pada pantatnya. Aku sangat bernafsu melihat toketnya yang
montok itu, aku meremas-remas dan terkadang memilin-milin pentilnya.

Ketika aku menciumi lehernya, nafasku sudah memburu, bulu kuduknya merinding waktu lidahku
menyapu kulit lehernya disertai kecupan. Ayu hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan
merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasanku pada toketnya mengencang atau jariku
mengebor memeknya lebih dalam. Kecupanku bergerak naik menuju mulutnya meninggalkan
jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirku akhirnya bertemu
dengan bibirnya menyumbat erangannya, aku menciuminya dengan gemas. Aku bergerak lebih
cepat dan melumat bibirnya. Mulutnya mulai terbuka membiarkan lidahku masuk, aku menyapu
langit-langit mulutnya dan menggelitik lidahnya dengan lidahku sehingga lidahnya pun turut
beradu dengan lidahku. Kami larut dalam birahi, aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.
Setelah puas berciuman, aku melepaskan dekapannya dan melepas pakeanku. Maka
menyembullah kontolku yang sudah ngaceng dari tadi. Ayu tetep saja melihat takjub pada
kontolku yang begitu besar dan berurat,
“Om, Ayubelum pernah melihat penis sebesar dan sepanjang penis om”. Ayupun pelan-pelan
meraih kontolku, tangannya tak muat menggenggamnya.
“Ayo Yu, emutin kontolku” kataku. Kubimbing kontolku dalam genggamanku ke mulutnya. ayu
terus memasukkan lebih dalam ke mulutnya lalu mulai memaju-mundurkan kepalanya.
Selain mengemut Ayu mengocok ataupun memijati biji pelirnya.
“Uaahh.. ennakk banget, kamu udah pengalaman yah” ceracauku menikmati emutannya,
sementara tanganku yang bercokol di toketnya sedang asyik memelintir dan memencet
pentilnya.

Tangan kananku tetap saja mempermainkan memek dan itilnya. Ayu menggelinjang gak karuan,
tapi kontolku tetap saja diemutnya. Ayu hanya bisa melenguh tidak jelas karena mulutnya penuh
dengan kontolku yang besar.
“Yu, kita mulai aja ya. Aku udah gak tahan nih pengen menikmati memek kamu lagi”, kataku.
Aku menelentangkan Ayu, aku mengambil posisi ditengah kangkangannya, kontolku yang besar
dan keras kuarahkan ke memeknya yang sudah makin basah. Ayu menggeliat2 ketika
merasakan betapa besarnya penisku yang menerobos masuk memeknya pelan2. memeknya
berkontraksi kemasukan penis gede itu.
“Yu, memek kamu peret banget”, kataku sambil terus menekan masuk kontolku pelan2.
“abis penis om besar sekali. Memek Ayu baru sekarang kemasukan yang sebesar penis om,
masukin terus om, nikmaat banget deh rasanya”, jawabnya sambil terus menggeliat.
Setengah kontolku telah masuk. Dan satu sentakan berikutnya, seluruh kontolku telah ada di
dalam memeknya. Ayu hanya memejamkan mata dan menengadahkan muka saja karena
sedang mengalami kenikmatan tiada tara. Aku mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk
dengan pelan, makin lama makin cepat karena enjotannya makin lancar. Terasa memeknya
mengencang meremas kontolku, nikmat banget deh. Tangankua mulai bergerilya ke arah
toketnya. toketnya kuremas perlahan, seirama dengan enjotan kontolku di memeknya. Ayu
hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, Pinggulnya mengikuti goyangan pinggulku.
kontolku terus saja kukeluar masukkan mengisi seluruh relung memeknya. Sambil mengenjotkan
kontolku, aku mengemut pentilnya yang keras dengan lembut.Kumainkan pentil kanan dengan
lidahku, namun seluruh permukaan bibirku membentuk huruf O dan melekat di toketnya. Ini
semua membuat ayu mendesah lepas, tak tertahan lagi. Aku mulai mempercepat enjotannya.
Ayu makin sering menegang, dan merintih, “Ah… ah…” Dalam enjotannya yang begitu cepat
dan intens, ayu menjambak rambutku,
“Aaahhh om, Ayu nyampee,” lenguhan panjang dan dalam keluar dari mulutnya. Ayu udah
nyampe.

Lihat Juga:
Cerita Seks Bergambar - Digoyang Gadis Kampung

Tangannya yang menjambak rambutku itu pun terkulai lemas. Aku makin intens mengenjotkan
kontolku. Bibirnya yang tak bisa menutup karena menahan kenikmatan itu pun kulumat, dan ayu
membalasnya dengan lumatan juga. Kami saling berpagut mesra sambil bergoyang. Tangan
kananku tetap berada ditoketnya, meremas-remas, dan sesekali mempermainkan pentilnya.
Terasa memeknya mencengkeram penis gedeku.
“Uhhh,” aku mengejang.
Satu pelukan erat, dan sentakan keras, kontolku menghujam keras ke dalam memeknya,
mengiringi muncratnya pejuku. Tepat saat itu juga ayu memelukku erat sekali, mengejang, dan
menjerit,
“Aahhh”. Kemudian pelukannya melemas. Ayu nyampe untuk kedua kalinya, namun kali ini
berbarengan dengan ngecretnya pejuku.
Setelah dengusan napas mereda, aku mencabut kontolku dari memeknya dan terkapar
disebelahnya.
“om, penis om lemes aja udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget. Bener kata
temen Ayu, makin gede penis yang masuk, makin nikmat rasanya”, katanya.
“memangnya penis cowok kamu kecil ya Yu”, tanyanya.
“Gede sih om, tapi gak segede penis om, tapi nikmat banget deh”, jawabnya sambil menguap.
Tak lama kemudian ayu kembali terlelap. Ayu terbangun karena hpnya bunyi, sms dari Ana
rupanya, ngingetin kalo mereka akan kumpul malem ini untuk blajar bersama.

“Dari sapa Yu”.
“Ana om, ngingetin buat blajar bersama di tempat Ana malem ini. Udahan deh nikmatnya ya om,
kapan Ayu ngerasain nikmat kaya gini lagi om”.
“Kapan aja kamu mau, aku siap kok Yu, aku juga nikmat banget deh ngentotin kamu. Kamu yang
paling nikmat dari semua abg yang pernah aku entotin”. Ayu bangkit dari ranjang menuju kamar
mandi.
Gak lama kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi dan giliranku untuk membersihkan diri.
Setelah rapi berpakaian, aku mengantarkan Ayu kembali ke rumahnya, Ayu mengambil buku2
yang diperlukan untuk belajar bersama, aku mengantarkannya ke tempat Ana.
“Om, nanti jam 9an jemput Ayu lagi ya, Ayu masi pengen ngerasain nikmat ma om lagi, bole ya
om”. Wah hebat banget ni akak, gak ada puasnya.
“Ya deh, nanti aku tunggu kamu disini ya, aku sms kamu deh kalo dah sampe”.
“Nanti Ayu sms om juga deh kalo dah mo selesai blajarnya, biar om gak nunggu kelamaan. Kalo
dah malem kan jalannya gak macet om ke tempat Ana”.
Jam 9, aku dah standbye deket tempatnya ana, ayu dah sms aku beberapa waktu yang lalu
ngasi tau bahwa dia dah selesai blajarnya. Aku mengajak ayu ke pantai, menikmati udara laut
yang segar. Bosen kalo ditempatku terus.
“Kamu dah makan Yu”.
“Udah om, om dah makan”.
“Ya udah dong sayang”.
“Ih om mulai deh nggombalin Ayu, pake sayang2an segala. Kok kita kesini si om, Ayu kan
pengen ngerasain nikmat lagi ma om”.
“Bosen ditempatku terus Yu, kita ke motel aja yuk, deket sini ada kok”. Aku langsung
mengrahkan mobil menuju ke motel.

Mobil masuk garasi dan petugas menutup rolling doornya. Aku menggandeng Ayu naik ke lantai
2. Gak lama kemudian petugas menagih biaya kamar, aku membereskannya. Ayu heran melihay
banyaknya kaca sekeliling ruang dan dilangit2.
“Buat apa kaca sebanyak ini om”.
“Kan sensasinya beda Yu, lagi maen sembari melihat kita yang lagi maen”. Ayu membuka
pakaiannya dan hanya mengenakan daleman yang tipis berbaring diranjang, akupun segera
melepas pakaianku meninggalkan cd nya saja dan berbaring disebelahnya.
kemudian aku mulai meremas-remas pantatnya dengan gemas. setelah itu tanganku mulai
menyusup ke dalam cdnya dan meremas kembali pantatnya dari dalam. Kemudian, aku
mengangkat satu kakinya dan menahannya selagi tanganku satunya meraih memeknya.
“Ohh.. om,” rintihnya.

Jariku dengan lincah menggosok-gosok lubang memeknya yang mulai basah. Nafasnya juga
mulai cepat dan berat. Aku membuka cdnya dan membuka lebar-lebar pahanya sehingga
memeknya terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tanganku. dengan sigap tanganku kembali
meraih memeknya dan meremasnya. Aku menjilati telinganya ketika tanganku mulai bermain
diitilnya. Napsunya sudah tak tertahankan lagi. Ayu mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan
maut di telinganya menambah nafsunya. Aku terus menekan-nekan itilnya dari atas ke bawah.
ayu meracau tak karuan. “Ahh.. Shh.. om” desahnya bernafsu.
Jariku dengan lihai mengggosok-gosok dan menekan itilnya dengan berirama. desahannya
berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, ayu nyampe.
“om, nikmat banget, belum dientot saja sudah nikmat,” desahnya, tangannya meremas tanganku
yang sedang bermain di itilnya dengan bernafsu.

Aku merentangkan kedua pahanya. Kujilat bibir memeknya, rasa menggelitik yang luar biasa
menyerang tubuh Ayu. Jilatanku menjalar ke itilnya, kugigit lembut itilnya yang kian merangsang
napsunya. Ayu melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh aku
untuk terus dan tak berhenti. Melihat reaksinya, aku terus menggesekan jariku di liang
memeknya yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, ayu pun mendesah keras terusmenerus.
Ayu meracau tidak beraturan. Kemudian memeknya mengeluarkan cairan deras
bening, ayu nyampe untuk kedua kalinya.
“om, ooh”, lenguhnya.
Aku membuka branya dan meremas toketnya dengan sangat keras. Ayu melenguh sakit,
kemudian pentilnya yang menjadi sasaran berikutnya, kupilin dan kucubit pelan. Napsunya
kembali berkobar, memeknya kembali membasah,
“om, entotin Ayu sekarang, Ayu udah napsu banget om”, erangnya. Akupun mencopot cdku,
penis besarku sudah ngaceng berat mengangguk2. Aku menggesekkan kepala kontolku ke bibir
memeknya yang sudah basah. Ayu merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidahku di
memeknya sebelumnya hingga Ayu merintih keras saking nikmatnya.

Baca Juga : Kumpulan Cerita Seks Terbaru – Bercinta Dengan Gadis Desa

“Ahh! om.. Ohh.. Entotin Ayu” racaunya.
Dengan perlahan aku memasukkan kepala penis ke dalam memeknya, segera aku menyodoknyodok
kontolku dengan kuat dan keras di memeknya. Rasanya nikmat sekali. Aku mendesah
terus-menerus karena kerapatan dan betapa enaknya memeknya. kontolku yang panjang dan
besar terasa menyodok bagian terdalam memeknya hingga membuatnya nyampe lagi. “om, Ayu
nyampe om, aakh nikmatnya”, erangnya.
Kemudian aku membalikkan badannya yang telah lemas dan menusukkan kontolku ke dalam
memeknya dari belakang. Posisi doggie ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding
memeknya yang masih sensitif. Akhirnya setelah menggenjotnya selama setengah jam, aku
ngecret didalam memeknya. Pejuku terasa dengan kuat menyemprot dinding memeknya. aku
menjerit-jerit nikmat dan badanku mengejang-ngejang. Aku dengan kuat meremas toketnya dan
menarik-narik pentilnya. Setelah reda, aku berbaring di sebelahnya dan menjilati pentilnya.
Pentilnya kusedot-sedot dengan gemas. Aku ingin membuatnya nyampe lagi.
Tanganku kembali menjelajahi memeknya, namun kali ini jariku masuk ke dalam memeknya. Aku
menekan-nekan dinding memeknya. Ketika sampai pada suatu titik, badannya mengejang
nikmat dan aku kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus.
itulah G-Spot. Ayu tidak bertahan lama dan akhirnya nyampe lagi untuk kesekian kalinya.
Badannya mengejang dan memeknya kembali berlendir.
“om nikmat banget deh malem ini”, katanya.
“Masi mo lagi kan sayang”. “Kalo om masi kuat ya mau aja”.
Aku mencium bibirnya. ayu menyambut ciumanku dengan nafsu juga, bukan cuma bibir yang
main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakinya
ngelingker di pinggulku supaya lebih mepet lagi. Tanganku mulai main, menjalari pahanya.
Tanganku terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahanya. memeknya kugelitikgelitik.
Ayu menggelepar merasakan jari-jariku yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya.

“Hmmhhh…enak, om.” jeritnya. jari-jariku tambah nakal, menusuk lubang memeknya yang
sudah berlendir dan mengocoknya. Ayu tambah menjerit-jerit.
“om…hhh…masukkin penisnya om, Ayu udah nggak tahan..hhhh…hhh…” Aku segera
memposisikan diatasmya yang sudah telentang mengangkang. kontolku ditancapkan ke
memeknya, ayu melenguh keenakan,
“om penis om nikmat banget deh”. penis kudorong lagi sampai mentok.
“Om..oohhh..nikmatnya” jeritnya. penisku kukocok keluar masuk memeknya.
ayu mulai mengejang-ngejang lagi dan bibirnya tak henti-henti menyuarakan kenikmatan.
Kurang lebih dua puluh menitan akhirnya aku ngecret. Ugh, rasanya enak bener. pejuku
berhamburan keluar, bermuncratan dan menembak-nembak didalam memeknya. Ayu sendiri
sudah beberapa kali nyampe sampe memeknya mengejang-ngejang keenakan. Lendir dari
memeknya membanjir…meleber di paha, betis dan pantatnya. Ayu menggeletak lemas. Aku dan
dia sama-sama mandi keringat. Nafasnya terengah-engah tak beraturan. dia merebahkan
badannya di sampingku.

“Om, dah waktunya pulang, sedih ya, tapi Ayu besok mesti sekolah lagi, pengen nangis deh om”.
“Jangan nangis sayang, masih banyak waktu laen kok buat kita berdua”, aku menenangkan diri.
Setelah bebersih kita meninggalkan motel dan aku mengantarkan Ayu pulang. Luar biasa hari
ini, lemes rasanya aku ngentotin Ayu seharian, tapi nikmatnya top markotop, Tamat. Kumpulan Kisah Seks Cerita Dewasa Terbaru Paling Lengkap – Ngentot ABG Cantik Bermemek Imut | www.kisahbiru.men

Baca Juga :