Cerita Sex Dewasa 18+ xxx Terbaru Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya
Cerita Sex Dewasa 18+ xxx Terbaru Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya

Cerita Sex Terbaru – Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya

 

 

Cerita Sex Dewasa 18+ xxx Terbaru – Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya – Sebut saya namaku Dewi. Aku adalah seorang cewek ABG yang tahun ini genap berusia 17
tahun. Aku bersekolah di sebuah sekolah asrama terkenal di kota Magelang Jawa Tengah. Kata
teman-temanku sih aku cukup manis dengan tubuh yang cukup bagus, dan itu dikatakan oleh
hampir semua temanku, baik cewek maupun teman cowokku. Memang sih aku merasa sangat
PD dengan ukuran dada 36C dan tinggi 167 cm.

Kisah Biru | Ceritaku bermula saat liburan kenaikan kelas 3 kemarin, yaitu saat aku pulang kampung ke kota
kelahiranku, Yogya. Di sana aku bertemu dengan kawan lamaku yang bersekolah di sana, sebut
saja namanya Erwin. Dua tahun tak bertemu ternyata membuatnya banyak berubah. Erwin yang
dulu orangnya brengsek, sekarang menjadi terlihat menjadi lebih sopan dan ramah sama temanteman.
Waktu kutanya salah seorang sahabatku yang pernah dekat denganku dan kebetulan dia
satu sekolah dengan Erwin, dia berkata kalau Erwin memang sudah berubah sejak dia ditinggal
cerai orang tuanya. Berhubung dulunya aku pernah naksir sama Erwin, yah… soalnya dia
lumayan cakep untuk ukuran cowok, maka aku mencoba untuk mendekatinya lagi, itung-itung
kan kesempatan.

(Baca Juga : Koleksi Kisah Dewasa Mesum Terbaru – Kakak Iparku Yang Cantik Seksi Dan Montok)
Maka saat dia sedang duduk sendiri pada salah satu acara reuni yang diadakan di rumah
temanku Mira,aku mencoba ngobrol banyak dengan Erwin mulai dari cerita semasa SMP sampai
soal “apa yang telah membuat dia banyak berubah.” Eh… ternyata dianya terbuka sekali sama
aku, terus terang aku juga kaget saat mendengar cerita tentang keluarganya yang sungguh
amburadul. Erwin juga bercerita kalau selama ini yang bisa menghiburnya cuma temantemannya.
Malam itu, seusai acara reuni di rumah Mira, aku minta pulang diantar Erwin dan dianya tidak
menolak. Aku seneng sekali, ternyata ada juga yang mau memperhatikanku.
Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju kamar tidurku di kamar depan. Aku suka kamar
itu karena letaknya di sebelah kamar tamu dan dari situ aku bisa melihat pintu gerbang, soalnya
aku selalu ingin tahu siapa saja yang datang. Tapi saat itu aku benar-benar berharap kalau Erwin
yang datang di malam minggu dan mengajakku jalan-jalan naik motor sport-nya, dan cat
kuningnya itu seperti warna kesukaanku.
Kudengar telepon kamarku berdering dan kuangkat, “Hallo? Siapa ya?” begitu biasa kusapa
lawan bicaraku di telepon. Dari seberang sana kudengar suara seorang cowok yang sepertinya
masih asing bagiku, “Hallo. Ini Erwin, kamu Dewi kan?” Begitu kudengar kalau Erwin yang
telepon rasanya aku seakan melayang. Sueeerrr dah.. Aku masih bingung kok dia tahu nomor
teleponku dan aku pun menanyakannya. Dia mengaku tahu nomerku dari temannya, tapi dia
tidak mau memberi tahu siapa. Tanpa ba..bi..bu dia langsung mengajakku jalan-jalan malam
minggu berikutnya. Entah kenapa aku langsung mau tanpa berpikir panjang.
Singkat cerita, malam minggu berikutnya Erwin menjemputku jam 7 tepat sesuai janjinya. Kami
langsung berputar-putar kota dengan motor NSRR-nya yang berwarna kuning tua itu. Saat
memboncengnya itulah kuberanikan diri untuk bersandar pada punggungnya yang bidang.
Bahunya yang tampak kekar sungguh membuat hatiku sangat berdebar-debar, belum lagi
lengannya yang kekar yang tampak jelas karena ia saat itu hanya mengenakan kaos ketat
dengan lengan pendek.
Setelah dinner di angkringan, dia mengajakku untuk ke tempat kost temannya, dan herannya
aku manut saja tanpa curiga apa-apa. Di kamar kost temannya itu, dia menawariku secangkir
teh hangat. Biar tidak kedinginan, katanya. Pertama sich aku menolak, tapi akhirnya mau aja,
soalnya tidak enak karena dia sudah capek-capek masak air buat bikinin aku teh.
Baru kuminum tiga perempatnya, kepalaku langsung puyeng nggak karuan. Aku langsung ingin
protes pada Erwin, tapi aku sudah nggak kuat ngomong, apalagi gerak. Akhirnya aku langsung
tidak ingat apa-apa lagi. Begitu aku bisa membuka mata lagi, aku sudah dalam posisi terikat di
ranjang besi. Kedua tangan dan kedua kaki terikat dengan tali plastik pada keempat sudut
ranjang. Aku ingin berteriak, tapi kepalaku masih puyeng dan mulutku juga sudah disumpal kain.

Aku benar-benar tidak mengira akan begini jadinya, Erwin yang selama ini kuanggap cowok baik
ternyata cuma menginginkan tubuhku saja.
Dengan tenang Erwin mengeluarkan sebilah cutter dari sakunya dan langsung digunakannya
untuk merobek bagian depan bajuku. Dengan wajah tanpa dosa, langsung ditariknya kaosku
hingga lepas. Aduh, Mak Nyak!! Ternyata dia seorang pemerkosa yang cukup profesional.
Sungguh aku terkejut mengetahui hal ini. Dengan malu-malu aku pura-pura tertidur lagi, tapi
ternyata dia lebih cerdik. Dia menggelitikiku dengan cutternya sehingga aku merasa sakit.
Namun lama-lama aku pun menjadi tidak tahan ketika Erwin meremas kedua payudaraku
dengan kakinya. Saat aku baru mencapai puncaknya, tiba-tiba aku mencium sesuatu yang bau
dari kakinya. Terus terang aku merasa terganggu namun karena mulutku disumbat maka aku
pun diam saja. Kulihat dia sadar akan kekurangannya itu dan segera keluar untuk mencuci kaki.
Setelah masuk kamar, dia melepas kaos oblong dan celana jeansnya, menyisakan celana dalam
Hings yang sudah bolong di sana-sini. Dengan cutternya ia berusaha memutuskan tali braku tapi
rupanya cutter saja tak cukup kuat, sehingga ia mengambil gunting rumput besar dari laci meja
lalu mencoba menggunakannya untuk memutuskan tali braku, tapi tetap tali itu belum mau
putus. Setelah lama mencoba, ia pun menyerah lalu ia pun membukanya dengan cara biasa.
Setelah bra-ku terlepas dan buah dadaku telanjang, Erwin langsung diam tak berkedip dan
kulihat ia pun mulai mimisan. Tapi dia tidak menyadarinya, sehingga dia tetap nekat
menempelkan wajahnya di tengah-tengah payudaraku, dia mulai melancarkan beberapa gigitan
kecil pada puting payudaraku. Aku tak mampu menahan geli dan rasa nikmat yang bersamaan,
sehingga aku menahan tawa dan desah secara bergantian. Melihat hal itu dia bukannya kasihan
tapi malah semakin bersemangat melancarkan serangan-serangan berikutnya.

Cerita Sex Dewasa 18+ xxx Terbaru Terlengkap Paling Panas 2018 – Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya

Kulihat ia semakin tidak sabar melakukan penetrasi terhadapku, kelihatan dari caranya
membuka reitsleting celanaku dengan tergesa-gesa. Setelah berhasil, ia justru semakin bingung
karena di balik celanaku telah terpasang celana dalam kulit yang dilengkapi dengan kode
pengaman. Celana itu sebenarnya adalah Pengaman Anti Pemerkosaan milik kakak
perempuanku. Kakak perempuanku baru saja membelinya siang tadi sehingga belum menyetel
nomer sandinya, masih 000. Tanpa pikir panjang Erwin mencoba menariknya, tapi gagal. Ia
mencoba memotongnya dengan cutter, gagal. Ia mencoba memotong dengan gunting rumput,
gagal. Dengan bermandi keringat, ia mengenakan celana panjangnya lalu keluar kamar.
Sesaat kemudian ia kembali dengan seorang temannya yang membawa sebuah gergaji. Ia lalu
mencoba memutuskan pengamanku dengan gergaji kayu itu, tapi tetap gagal. Aku hanya berdoa
semoga mereka segera menyerah, tapi temen Erwin malah iseng memencet tombol pembuka.
Karuan saja kuncinya yang masih terpasang 000 langsung terbuka. Hal itu membuatku semakin
pasrah dan sebaliknya,mereka ketawa senang sampai berjingkrak-jingkrak segala.
Melihat kemaluanku yang begitu terawat, Erwin dan temannya saling berebut untuk
menjamahnya duluan. Maka setelah “suit” ternyata Erwin yang menang dan temannya itu
menunggu di luar. Aku masih bisa melihat “konaknya” Erwin yang sudah tidak tertahankan lagi.
Entah liat dari film BF atau dari mana dia mulai menjilati kemaluanku, dan aku mulai tidak tahan
sehingga kakiku mulai menendang-nendang dengan buas hingga ranjang yang kami tempati
mulai bergoyang kesana kemari. Namun dia tetap kalem dan tidak merasa terganggu atas
tingkahku tadi. Sebentar-sebentar dia melihat wajahku dan karena itulah secara tak sengaja dia
menggigit bulu kemaluanku sehingga menyelip diantara giginya. Kulihat dia cukup kerepotan
untuk mengambil dengan kukunya, maka dia mulai mencari tusuk gigi dan akhirnya berhasil juga
bulu itu keluar dari sela giginya.
Setelah menurutnya pemanasannya cukup, ia melepas celana dalamnya, memperlihatkan penis
yang kurus panjang dengan bulu lebat yang disemir pirang dan dikepang dua. Tanpa aba-aba
dia langsung mendorongkan burungnya itu dengan susah payah, tapi aku bahkan tak merasa
apa pun. Namun demikian, Erwin masih tampak bersemangat menggerakkan pantatnya majumundur.
Ketika ia melihat ke bawah, ia terkejut karena ia ternyata salah memasukkan burungnya
ke dalam lubang di kasur. Ia pun buru-buru menariknya keluar dengan susah payah, lalulangsung mengarahkannya ke sasaran yang tepat, kemaluanku. Dengan sekali hujam, penisnya
langsung menembus selaput darakuhingga terasa darah mengalir di kemaluanku. Melihat aku
masih perawan, Erwin semakinbersemangat menggerakkan pinggulnya. Hanya selang semenit
kemudian ia sudah merem melek, lalu terasa cairan hangat menyembur dalam liang wanitaku.
Entah kenapa secepat itu, mungkin terlalu lama pemanasan dengan kasur.
Kulihat Erwin bergegas memakai bajunya dan tak lupa celana dalam serta celana jeansnya,
setelah itu dia keluar dari kamar. Dari dalam kamar aku bisa mendengar suara beberapa orang
berbicara, aku masih takut dan kesakitan atas apa yang baru saja kualami tadi bersama Erwin,
aku cuma bisa berharap semoga kejadian tadi tidak terjadi lagi padaku, namun entah mengapa
aku masih merasa nafsu seksku kurang terpuaskan.
Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah teman Erwin yang meminjamkan gergaji kayu tadi, namun
itu pun belum cukup karena di belakangnya masih berdiri beberapa orang lagi. Kemudianaku
mulai menghitungnya, satu.. dua… tiga… dan ya ampun!, ternyata ada tujuh termasuk teman
Erwin yang tadi. Ternyata mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap cewek
sepertiku. Mereka mulai bertelanjang bulat dan pakaiannya berhamburan di mana-mana. Kamar
itu menjadi mulai panas sehingga keringatku semakin banyak menetes. Salah seorang
diantaranya membuka sumbat mulutku, namun segera menyumbatku lagi dengan batang
kemaluannya yang cukup besar hingga aku menjadi tersedak. Aku merasakan ada yang
bergerak di dalam kemaluanku, ternyata ada yang memasukkan batang kemaluannya juga di
kemaluanku itu. Sepasang payudaraku juga tidak terlewatkan oleh mereka, ada yang mengulum
sebelah kiri dan ada yang memainkan lidahnya di puting payudara kananku. Ada seorang yang
melepaskan ikatan kakiku dan aku senang sekali. Ternyata aku terlalu cepat senang karena
ternyata dia ingin memasukkan penisnya ke dalam anusku, dan yang masih menunggu giliran
mencoba untuk menggerayangi tubuhku sambil mencoba mengocok batang kemaluannya
sendiri.

(Baca Juga : Kumpulan Cerita Sex Terbaru – Aku Menjadi Giliran Karena Kalah Taruhan )
Dengan penuh nafsu berahi, mereka bertujuh bergantian memasukkan kemaluan mereka yang
beraneka bentuk dan ukuran ke penjuru lubang di tubuhku, mulai dari kemaluan, anus, mulut
bahkan sampai pusar dan telingaku pun sempat tersembur sperma mereka.
Setelah bertarung beberapa ronde akhirnya mereka pun satu persatu jatuh tertidur di samping
ranjang dengan rasa lelah namun puas. Setelah hari hampir menjelang pagi, Erwin masuk
kembali ke kamar lalu dengan tenangnya membersihkan tubuhku, melepaskan ikatanku lalu
membantuku memakai pakaianku. Lagi-lagi aku manut saja padanya, kali ini karena shock dan
rasa sakit yang menyerangku. Setelah itu ia mengantarku pulang, dan di depan rumahku tak
lupa ia memberi ciuman perpisahan yang mesra di pipi dan keningku.
Sekarang aku sudah kembali bersekolah di asrama ini sebagai siswi yang rajin dan baik, tanpa
seorangpun tahu pengalamanku ini. Cerita Seks Dewasa 18+ xxx Terbaru Terlengkap paling Seru Hot – Kisahku Digilir Oleh Pacarku dan Temanya www.kisahbiru.men

Baca Juga :

[Download Koleksi Anime XXX Terbaru]
Download