Cerita Seks Bergambar - Berbuat Mesum Saat Bulan Puasa

Cerita Seks Bergambar – Berbuat Mesum Saat Bulan Puasa

Posted on

Cerita Seks Bergambar – Berbuat Mesum Saat Bulan Puasa | Postingan kali ini kayaknya pas banget nih guys mengingat sekarang masih dalam bulan puasa dan cerita dewasa kali ini mengisahkan tentang pengalaman seorang gadis bernama Dita yang pernah melakukan hubungan mesum bersenggama saat bulan puasa. Yuk langsung dibaca aja ceritanya…

KISAH BIRU | Cerita seks nyata di bulan puasa ini sengaja aku share aja disini untuk para pembaca cerita
yang sering ngentot, kisah ini nyata dan tidak ada rekayasa…sengaja saya kepingin curhat lewat
cerita ini soalnya untuk terus terang ke temen atau saudara atau ortu, ga bisa.. Aku lugu dan
polos, mungkin ini kelemahanku saat aku tidur dengan sopirku. namaku Dita Putri, usia saat ini
20 asli Bandung,tinggal di daerah Setiabudi Regency, dan saat ini kuliah sastra inggris semester
4 di salah satu pts Bandung, kata temen2 kampusku aku termasuk cewek cantik dan beruntung,
kenapa? karena bentuk tubuhku(kata temen) bisa dibilang proporsional dan bikin terangsang
kaum cowok (semua ini kata temen2 deketku seperti si Nita,Asni,Ruri) tapi sampai sekarang aku
belum punya pacar karena ga boleh sama ortu.

Di rumah kami tinggal berlima aku dua bersaudara dengan adikku cewek dan kedua orang tuaku
satu lagi pembantu sekaligus sopir pribadi keluargaku sebut saja mang Sardi (maaf,nama
samaran) (dia itu usia nya hampir seusia papaku yaitu sekira 50 tahunan) jadi genap berlima
semuanya.. kejadian aneh dan mengasikan itu terjadi kira2 beberapa bulan lalu saat bulan
puasa, waktu itu hari jum’at (tanggalnya lupa) kami di rumah hanya berdua yaitu saya sama
mang Sardi, sedangkan mama dan papa sama si Danti(nama adikku yg masih smp itu) sedang
ke Bogor (berangkat hari jum’at subuh setelah makan sahur) karena papa serah terima jabatan
di Pemda Bogor dan mereka menginap selama 3 hari,sedangkan saya mesti kuliah semester
pendek, jadi ga bisa ikut, dan di rumah ditemani supir kami mang Sardi karena disuruh papah
jagain aku. Jadi resmi di rumah yg besar ini (karena saat nulis email ini lagi dirumah) kami
berdua, saya dan mang Sardi di ruang bawah.

Baca Juga : Kumpulan Cerita Seks Bergambar – Aku dan Tante Sandra

Setelah keberangkatan mereka dan makan sahur saya kembali lanjutkan tidur sementara mang
Sardi beres2 ruang bawah, nah kejadian anehnya ini berawal ketika saya mau mandi di ruang
bawah (karena sowernya deket ruang tamu) saat itu saya mau kuliah jam 8.00, sedangkan saat
bangun jam 7.00 saya agak santai saat itu karena selain jarak kampusku deket juga ada mobil
civic grand kesayanganku itu yg selalu menemani kemanapun. saat mau mandi saya langsung
buka daster seperti biasa kalo pake daster saya selalu tidak pake BH dan CD, jadi hanya baju
tidur aja, demi kesehatan, begitu menurut mamaku…asal tau aja kalo tubuhku seperti yg
dikatakan temen2ku itu betul2 proporsional dengan ukuran BH 34A yang menutupi payudaraku
dan pinggul yg agak bulat serta kulitku yang putih mulus tanpa cacat kalo disamain, kata
teman2ku aku ini mirip2 sedikit dengan Putri Patricia artis sinetron itu(bukan geer lho).

setelah telanjang gitu saya mencoba buka kran sower tapi ga keluar air alias macet dan saya
agak jengkel sambil setengah teriak panggil mang Sardi…..”mang Sardiiii….kesini cepat”,
dengan spontan dia datang tergopoh2, saya lupa saat itu udah telanjang dan pintu ga dikunci,
begitu dateng dia, langsung mukanya merah padam karena melihat saya telanjang bulat di
hadapannya, saya pun malu spontan tanganku menyambar kain daster di gantungan dan bilang
ke dia kalo sower ga jalan, lalu dia terbata2 bilang gini “maaf neng,mamang lupa bukain jet
pump di dapur, lalu saya suruh dia “cepet mang bukain udah dingin nih!!” lalu dia menganguk
dan setengah berlari dia ke dapur, setelah menyala sowernya itu lalu aku semprotkan sower air
panas ke bathtub dan aku langsung agak loncat ke bathtub tanpa ada rasa lupa mengunci pintu
toilet tersebut.

Setelah selesai mandi aku lupa kalo aku gak bawa handuk lalu aku panggil mang Sardi tapi saat
itu posisiku masih didalam bathtub berbusa tentu saja telanjang, tak lama dia datang dan
dengan meminta ijin dia masuk ke toilet dengan hati2 sekali, “mang tolong bawain handuk
bunga2 yang warna merah di kamar” begitu kataku saat itu, dia mengangguk dan langsung ke
kamarku lalu saya tersenyum sendirian melihat tingkah laku mang Sardi barusan yang hati2
sekali dan malu2 tertunduk itu, sekilas ada hasrat untuk mengerjainya waktu itu.

tidak berapa lama dia muncul membawa handuk lalu aku keluar dari bathtub dengan posisi
membelakangi dia sehingga yang dia lihat punggung mulusku saat itu(tentu saja saat itu saya
masih telanjang bulat) dengan suara agak gemetar dia bilang gini “sudah ya neng ini
handuknya!” lalu saya bilang “bentar dulu mang, mendingan mamang yang menghanduki saya
biar tahu sekali2 rasanya menghanduki cewek (begitu awalnya saya mengerjainya,o ya asal tau
aja kalo mang Sardi itu adalah duda tanpa anak sejak 7 tahun lalu) semula dia keliatan kikuk dan
ragu ragu untuk melakukannya (saya tahu karena liat cermin didepanku walaupun
membelakangi dia) dengan wajah tertunduk dan mimik muka yg malu2 lalu dia mengusapkan
handuk ke punggungku yg masih berbusa sabun, dan cukup lama dia mengusap2
punggungku…lalu saya bilang “seluruhnya donk mang, dari rambut ke kaki paling bawah” dan
“iya…eee..iya neng sebentar” dia terbata2 jawabnya. Sekilas saya sempet tertawa kecil karena
merasa senang udah kerjain dia, lalu dia mengusapkan handuk dari rambut ke leher, lembut
sekali, bahu punggung dan di posisi pinggang dan bokong (belahan anus) agak lama
menghandukinya, sekilas terasa seperti diusap2 lembut dan ada rasa enak ketika dia
menghanduki daerah deket anus, lalu ke paha belakang dan terakhir di kaki bawah.

Saat itu terlintas saya mau menyudahinya karena mungkin waktu sudah jam 7.30 pikirku, namun
entah setan apa yg merasuki aku saat itu sehingga ada pikiran nakal lagi mau mengerjainya
lebih, dan secara refleks aku berbalik badan dan saat itu kontan dia terbelalak kaget dengan
posisi tubuh telanjangku menghadap dia yg masih memegang handukku itu lalu dia tertunduk
dan aku langsung berkata seperti ini “mamang sekarang membersihka
menghanduki dadaku, soalnya selama ini kalo sama sendiri rasanya biasa2 aja, tapi pas sama
orang lain yg menghandukinya jadi agak lain rasanya, ada perasaan enak dan nikmat sementara
saya seperti dibius saja terpejam beberapa saat tanpa sadar berkata seperti ini
“hmmm….hmmm…hmmm” kontan saja mang Sardi bertanya “kenapa neng?neng Dita marah ya
sama mamang?”…dia mencoba untuk menegakan kepalanya yang agak melihat ke wajahku
yang lebih jangkung dari dia, dan dia semakin berani malah saat itu menatap wajahku ,aku
menggeleng dan berkata “ngga mang…saya ga marah cuman…” aku ga meneruskan kata2ku
saat itu….lalu dia tanya lagi “cuman apa neng? bilang sama mamang?” suaranya seperti
ketakutan kalo2 saya akan memarahinya..lalu saya teruskan kata2ku “cuman ada perasaan
enak di elus2 gitu mang!!” jawabku polos saat itu tanpa ada rasa malu kalo ternyata saat itu
adalah pertama kali terangsang secara seksual, gilanya lagi oleh pembantu sekaligus sopirku
mang Sardi!!!

Mang Sardi malah senyum setelah saya ungkapkan kepolosanku itu lalu berkata gini “nah…
neng…mamang tau sebenarnya kalo neng Dita ini mau mengerjain mamang ya…dan ternyata
malahan neng Dita sendiri yang mulai terangsang!!!” begitu katanya dengan logat sunda yang
kental sambil tetap tangannya memutar-mutar dadaku kiri kanan dengan handuk, padahal kalo
saya lihat udah kering dadaku itu, justru yg masih basah adalah bagian perut dan kemaluanku
yg agak masih jarang bulu2nya hanya bulu halus seperti rambut, lalu saya memegang tangan
mang Sardi dua2nya dan berkata “cukup mang, Dita kesiangan nih kuliah udah telat dari tadi”,
lalu mamang menganguk dan melilitkan handuk itu ke tubuh saya seperti saat dia melilitkan
handuk ke tubuh saya saat SD…..dan sebelum dia keluar saya menarik tangan kirinya sambil
berkata “jangan bilang sama mama-papa ya, diem aja nanti deh pulang kuliah dihandukin lagi
sama mamang seperti tadi, mau ga?” kataku cepet2, dia cuman menganguk.

Jilbab Mesum Bugil ngentot

Kumpulan Cerita Seks Bergambar Kisah Dewasa 21+ xxx Terbaru Terlengkap Paling Panas 2018 – Berbuat Mesum Saat Bulan Puasa | www.kisahbiru.men

Lalu pas di tempat kuliah saya ga bisa konsentrasi, kepengen cepet pulang selain lapar karena
puasa juga kepengen cepet mandi dan dihanduki lagi sama mang Sardi. Setelah selesai kuliah
kira2 jam 12.30 aku bergegas pulang dan sampe di rumah jam 13.00 langsung menuju kamar
dan ganti pake daster dengan maksud mau mandi siang sambil membawa handuk saya lihat
mang Sardi terbengong-bengong dengan tingkah lakuku itu dan sambil tersenyum saya berkata
seperti ini ke dia “mamang handukin lagi Dita ya mang?” dia menganguk setengah tersenyum
dan bilang gini “neng Dita mandi aja dulu nanti kalo udah selesai panggil mamang, pasti deh
mamang nyamperin ke toilet” saya menganguk dan mandi, setelah selesai mandi saya panggil
dia dan langsung masuk ke toilet tanpa permisi dan sepintas dia menyambar handukku dan
tanpa basa basi saya keluar dari bathtub dan dia menghampiri, kali ini saya langsung
menghadapnya dengan telanjang badan tanpa membelakanginya seperti pagi hari tadi, lalu dia
langsung menghanduki rambutku yg basah kuyup oleh air dan saat itu kami tidak bicara satu
sama lain hanya mungkin kata hati kami masing2 bicara sementara dia handukin rambut leher
dan pundak saya , mata saya malah terpejam(mungkin saya sedikit menikmatinya) dan yg paling
mendebarkan saat mang Sardi menghanduki dadaku kiri kanan itu benar2 lebih mendebarkan
ketimbang di pagi hari itu.

Dan saat bermenit-menit mang Sardi mengusap dadaku kiri kanan dengan handuk tiba2 dia
nyeletuk seperti ini “neng Dita, kalo diusapnya tidak pake handuk seperti ini akan lebih nikmat!!!”
lalu aku jawab “maksud mamang???langsung pake tangan mamang gitu!!!” dia menganguk
seolah minta restu dariku, lalu saya pun menganguk tanda setuju….dan ternyata jauh dari
pikiranku lebih nikmat langsung dielus pake tangan mang Sardi ketimbang dielus memakai
handuk, sesaat tangan kiri dulu lalu kemudian tangan kanannya menyusul meremas lembut
sambil sesekali melintir seperti memainkan volume radio tapeku. Dan benar saja nikmat sekali
rasanya apalagi ini baru pertama kalinya seorang laki2 menyentuh langsung dengan telapak
tangan ke dadaku dan lama-lama makin mengeras saja payudaraku saat itu, tidak sadar
ternyata seperti mau pipis rasanya dan geli, nikmat, asik, enak campur aduk jadi satu saat mang
Sardi terus mengelus buah dadaku yg belum pernah dielus itu.

Ternyata kejadianya hampir 1/4 jam kala dia mengelus dadaku ini. Semakin lama semakin tak
sadar sambil terpejam saya merapatkan badan ke tubuh mang Sardi dan dia mundur ke
belakang, punggungnya menyentuh dinding toilet dan saya terus semakin merapatkannya
sambil tetap dia mengelus2 halus buah dada ini kiri kanan, dan posisi itu yang saya ingat,
menimbulkan semacam gesekan benda yang mengeras hangat di balik sarungnya(o ya, saya
lupa saat itu dia memakai kaos oblong dan kain sarung karena pulang Jum’atan di masjid depan
rumahku) mungkin dia ga pake celana kolor karena dari gesekan tubuhku ini terasa sekali
semacam kemaluan laki2(yg selama ini saya tau dari film dan cerita2 temen2) saat saya
terpejam begitu lama2 dia berani menjulurkan lidahnya ke leher saya waktu itu, semula saya
mau menghindar tapi tak kuasa untuk menghindarinya dan mencoba untuk menikmatinya, agak
geli karena berkumis tapi lucunya posisi dia mendongkak ke atas karena saya lebih jangkung
dari dia dan agak berjinjit kakinya dan dia menjilati leher kebawah lalu pundak dan akhirnya di
dada, ini lebih nikmat rasanya ketimbang pake tangan dan ga sadar saya mengeluarkan
suara”SSSSTT…AHHH… AHHH…. HMMMMMM”mungkin begitu seingatku saat itu. dan itu
adalah nikmat dari segala nikmat menurutku saat itu.

lalu lama2 dia seperti mau berjongkok dan ternyata berjongkok lidahnya menciumi perutku, udel,
lalu ke kemaluan ku yang masih jarang berbulu ini,dan ahhhhh….saya tak sadar bersuara agak
keras saat dia menciumi kemaluanku ini, karena saat itu benar2 baru pertama kali diciumi seperti
itu sama laki2. nikmat sekali rasanya….Lalu terdengar telepon berdering, buru2 saya
melepaskan pelukan mang Sardi di pinggang dan berlari ke ruang tengah sambil telanjang bulat
dan agak basah tubuhku saat itu, basah karena air mandi dan liur mang Sardi, ternyata papa
dari Bogor telepon mengabari kalo beliau sudah sampe disana, dan setelah telepon ditutup saya
membalikan badan ternyata mang Sardi sudah ada dibelakangku, dia mengikutiku sejak tadi
berlari ke ruang tamu ini, dan dia bertanya dari siapa teleponnya,saya jawab dari papah di
Bogor, lalu mang Sardi menyuruh saya berpakaian lagi sambil menyodorkan daster yang tadi
ditanggalkan di toilet, lalu aku pakaikan dasterku saat itu dan masuk kamar.

Sepintas saya liat jam 3.30 sore hari lalu aku tertidur di kasur sampe terbangun dengan ketukan
di pintu kamar “neng bangun neng udah magrib”begitu terdengar suara mang Sardi di balik pintu
kamar, lalu aku ke bawah dan makan di meja makan sementara mang Sardi di dapur, lalu aku
panggil, untuk makan sama2 di meja makan, semula dia menolak tapi akhirnya mau juga.
Setelah makan, badan merasa gerah dan aku bermaksud untuk mandi lagi tepat jam 7.00
malam hari, lalu aku lihat mang Sardi sedang nonton tivi dan aku sengaja ajakin dia untuk
sama2 ke toilet, semula dia menolak dengan alasan kalo nanti ketauan sama papa, tapi aku
jawab papa di Bogor ini, jadi ga usah takut, akhirnya dia mau juga aku ajak ke toilet, entah
kenapa saat itu pikiranku bener2 ngeres sejak mang Sardi siang harinya menciumi sekujur
tubuhku.

Setelah berada di toilet langsung saja aku masuk ke bathtub sementara mang Sardi saya suruh
semburin air hangat yang keluar dari sower untuk disiramin ke sekujur tubuhku (tentu saja aku
dalam keadaan telanjang bulat saat itu, ga ada suara, hening, yang terdengar hanya gemericik
air disiramin diatas tubuh ini, sambil aku tiduran di bathub menikmati aliran air mang Sardi
sepintas terlihat hanya memandang tubuh telanjangku, tapi aku pura2 ga liat, khawatir dia kabur
ke luar toilet kalo tahu saya pandangin dia.
Dan entah kenapa setelah air itu penuh di bathtub, aku punya ide gila untuk mengajak dia mandi
bareng, tapi tentu saja dia menolak(asal tau saja kalo mang Sardi ini orangnya loyal bgt sama
keluarga kami) setelah tau dia menolak secara halus akhirnya saya ga kehabisan akal, saya
menyuruh dia untuk menyabuni seluruh badan ini, seperti yang dilakukan mang Sardi disaat
saya kecil, dan dia setuju. Lalu mulailah dia menyabuni mulai dari rambut,leher,bahu,punggung
dada kiri kanan,dan berhenti di pinggang, saya tanya “kenapa mamang berhenti??”lalu dia jawab
“takut dosa neng,neng Dita kan anak majikan saya neng!!!, nanti saya dikejar perasaan itu terus”
saya mengerti dari raut mukanya dan menjawab seperti ini “mamang ga usah takut, kan kita
cuman berdua, lagipula kalo Dita lakukan sama orang lain ga mungkin, soalnya mamang tau
sendiri sifat mama seperti apa ke Dita!!,sejak mamang ciumin tubuh Dita tadi siang jadi suka
terbayang2 sama Dita mang” begitu penjelasanku polos saat itu, dan dia berkata”iya neng,
mamang juga tadi siang bener2 khilaf, dan mamang pun udah lama ga seperti ini apalagi neng
Dita sekarang ini tambah cantik,putih mulus jauh sekali dibandingkan dengan istri mamang
dulu”katanya sedih.

lalu tanpa sadar saya berusaha untuk menghiburnya dengan refleks memeluknya dan ga terasa
saya malah memegang kemaluannya diluar celananya dan terasa sekali sudah mengeras,tidak
terlalu besar tapi saat itu benar2 pertama kali saya memegangnya, walaupun mang Sardi itu
usianya 50 tahunan tapi masih keras sekali kemaluannya itu, terasa saat dipegang. Dan dia
malah balas memelukku saat itu dalam keadaan basah kuyup dengan siraman sower kami
saling memeluk sehingga baju oblong yang dipake sama mang Sardi ikut basah juga akhirnya
secara diam2 saya bukakan kaos oblongnya sementara dia diam saja, dan terlihatlah dadanya
yang berbulu dan kelihatan masih tegap, lebih tegap dibandingkan dengan tubuh papa, dia diam
saja saat saya mencoba mengelus dadanya itu(seperti pada film2 porno yang saya tonton sama
temen2 kampus) saya sempat bergetar kala mengelus dada yang berbulu itu, lalu secara
spontan dia membelai rambut saya yang basah dan tangannya itu dua2nya mengelus pipiku
lembut sekali saya cuman terpejam seakan dielus sama papa yg selama ini sibuk dengan
pekerjaan kantornya.

Dan sesaat terdiam saat dia memegang bahu saya dan turun tangannya ke dada yang kiri
sementara tangan kanannya mengelus paha dan kemaluan saya, saya sempat diam dan malah
memaju mundurkan tubuh saat itu seakan menikmati setiap belaiannya itu, sambil tetap mata ini
terpejam dan secara refleks malah saya memeluknya erat sekali. Dan tak lama dengan posisi
memeluk sambil berdiri itu saya secara perlahan membuka gesper kulitnya seraya menurunkan
celana panjang mang Sardi saat itu, dan setelah saya menurunkan celananya yang basah
tersiram sower itu kemudian saya juga menurunkan celana kolor nya itu perlahan dan terlihatlah
kemaluan laki2nya begitu mengkilat yang baru pertama kali saya lihat secara nyata dan asli di
usia saya yang saat itu 19 tahun (sekarang udah 20 tahun), dan setelah terlihat itu dadaku
tambah bergetar tak karuan ketika saya mencoba untuk memegangnya secara perlahan dalam
genggaman saya begitu hangat kemaluannya dan berdenyut seperti seekor burung, tapi
menambah penasaran untuk berbuat lebih jauh tanpa memikirkan lagi yang namanya logika
mana majikan mana pembantu.

Baca Juga : Cerita Dewasa Terbaru – Betapa Nikmatnya Tubuh Anak SMP

Mang Sardi saat itu juga sepintas saya lihat memejamkan mata yang pada akhirnya kami saling
membelai, dimana mang Sardi membelai kemaluan saya yang semakin basah dan hangat,
sementara saya pun membelai kejantanan mang Sardi yang hangat itu, lama2 saya secara
naluri mengocoknya seperti di film dan mang sardi seperti menikmati kocokan itu hampir sekira
15 menit saya mengocoknya sementara saya telah mencapai puncak kenikmatan ketika mang
Sardi memasukan jarinya maju mundur ke dalam kemaluan saya. Dan seperti mau pipis tapi
enak dan nikmat rasanya ketika tubuh saya bergetar dan mengeluarkan suara mungkin seperti
ini ini yang saya ingat “AAAhhhhhh..mmmmm.m.mmmmm..mm. .ennaakk mmaamang”sambil
terus tanganku mengocok ngocok kejantanannnya itu, dan beberapa saat setelah saya merasa
di puncak kenikmatan mang Sardi mengeluarkan pipis berwarna putih kental dan hangat
belepotan di tanganku waktu itu yang akhirnya saya tau dari buku kalo itu adalah cairan sperma
laki-laki.

setelah itu dia melepaskan tangannya dari kemaluanku dan saya pun melepaskan kocokan di
burungnya dan membersihkan tanganku yang penuh sperma dengan air sower, lalu mang Sardi
menyuruhku memakai handuk dan tidur. Akupun naik ke atas dan ganti daster lalu tidur. Selintas
di jam dinding kamarku jam 9.30 malam, saya ga bisa tidur sama sekali, yang terlintas di
bayanganku saat itu hanyalah kejadian demi kejadian hari itu yang betul2 pengalaman
mengasikan yang dilakukan kami berdua yaitu saya dengan mang Sardi, dan setelah kejadian
itu kami seringkali melakukannya disaat adikku dan ortuku tidak ada di rumah, terkadang mang
Sardi saya ajak pura2 mengantarku pake mobil kesayanganku atau mobil papa dan kami
melakukannya di berbagai tempat seperti dago, Lembang, Pangalengan dan tempat2 sejuk
lainnya, tentu saja cari tempat yang aman tidak diketahui banyak orang, tapi sampai saat ini
saya masih tulen perawan karena menurut mang Sardi, asal jangan dimasukin burungnya
mamang, neng Dita akan tetap perawan, demikian tuturnya, lama-kelamaan saya jadi jatuh cinta sama mang Sardi yang terpaut jauh usia diatasku, karena mungkin saya mencari figur papa yg
selama ini kerap sibuk dinas di pekerjaannya.
sekian kisahku ini terserah pembaca mau percaya atau tidak tapi yang saya ceritakan ini adalah
kisah nyata benar adanya yang saya alami sendiri, sudah dulu ya. Kumpulan Cerita Seks Bergambar Kisah Dewasa Terbaru Terlengkap Paling Hot – Berbuat Mesum Saat Bulan Puasa.

Baca Juga :