Kumpulan Cerita Panas Koleksi Kisah Seks Terbaru Kisahku Jadi Sopir Pribadi Tante Girang Kaya Raya

Cerita Panas Terbaru – Kisahku Jadi Sopir Pribadi Tante Girang Kaya Raya

Kumpulan Cerita Panas Koleksi Kisah Seks Terbaru – Kisahku Jadi Sopir Pribadi Tante Girang Kaya Raya – Yoo, kembali lagi Kisah Biru ingin berbagi cerita XXX terbarunya. Cerita kali ini mengisahkan tentang skandal Sex antara supir dan majikanya. Si supir yang masih terbilang muda alias brondong sedangkan majikanya sudah STW alias Tante-Tante kaya, Sebut saja Tante Girang Kaya Raya hehe. Lalu seperti apa keseruan kisahnya?? langsung saja simak yukk..!

Kisah Biru | Disini saya akan menceritakan pengalaman seks saya yang paling berkesan sekaligus paling
nikmat dengan seorang tante girang kaya raya. sekarang saya sudah berumur 22 tahun. Setelah
tamat dari SMU, aku mencoba merantau ke Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang tergolong
miskin. Di kampung orang tuaku bekerja sebagai buruh tani. Aku anak pertama dan memiliki dua
orang adik perempuan yang nota bene masih bersekolah.
Aku ke Jakarta cuma berbekal ijazah SMU. Dalam perjalanan ke Jakarta, aku selalu terbayang
akan suatu kegagalan. Apa jadinya aku yang anak desa ini hanya berbekal Ijazah SMU mau
mengadu nasib di kota buas seperti Jakarta. Selain berbekal Ijazah yang nyaris tiada artinya itu,
aku memiliki keterampilan hanya sebagai supir angkot. Aku bisa menyetir mobil, karena aku di
kampung, setelah pulang sekolah selalu diajak paman untuk narik angkot. Aku menjadi
keneknya, paman supirnya.
3 tahun pengalaman menjadi awak angkot, cukup membekal aku dengan keterampilan setir
mobil. Paman yang melatihku menjadi supir yang handal, baik dan benar dalam menjalankan
kendaraan di jalan raya. Aku selalu memegang teguh pesan paman, bahwa : mengendarai mobil
di jalan harus dengan sopan santun dan berusaha sabar dan mengalah. Pesan ini tetap
kupegang teguh.
Di Jakarta aku numpang di rumah sepupu, yang kebetulan juga bekerja sebagai buruh pabrik di
kawasan Pulo Gadung. Kami menempati rumah petak sangat kecil dan sangat amat sederhana.
Lebih sederhana dari rumah type RSS ( Rumah Susah Selonjor). Selain niatku untuk bekerja,
aku juga berniat untuk melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi. Dua bulan lamanya aku
menganggur di Jakrta. Lamar sana sini, jawabnya selalu klise, ” tidak ada lowongan “.
Pada suatu malam, yakni malam minggu, ketika aku sedang melamun, terdengar orang
mengucap salam dari luar. Ku bukakan pintu, ternya pak RT yang datang. Pak RT minta agar
aku sudi menjadi supir pribadi dari sebuah keluarga kaya. Keluarga itu adalah pemilik
perusahaan dimana pak RT bekerja sebagai salah seorang staff di cabang perusahaan itu.
Sepontan aku menyetujuinya. Esoknya kami berangkat kekawasan elite di Jakarta. Ketika
memasuki halaman rumah yang besar seperti istana itu, hatiku berdebar tak karuan.
Setelah kami dipersilahkan duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah itu,
tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami memberi hormat pada
wanita itu. Wanita itu tersenyum ramah sekali dan mempersilahkan kami duduk, karena ketika
dia datang, sepontan aku dan pak RT berdiri memberi salam ” selamat pagi”. Pak RT
dipersilahkan kembali ke kantor oleh wanita itu, dan diruangan yang megah itu hanya ada aku
dan dia si wanita itu.
” Benar kamu mau jadi supir pribadiku ? ” tanyanya ramah seraya melontarkan senyum
manisnya. ” Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya ” Jawabku. ” jangan panggil Nyonya,
panggil saja saya ini Ibu, Ibu Maya ” Sergahnya halus. Aku mengangguk setuju. ” Kamu masih
kuliah ?” ” Tidak nyonya eh…Bu ?!” jawabku. ” Saya baru tamat SMU, tapi saya berpengalaman
menjadi supir sudah tiga ahun” sambungku.
Wanita itu menatapku dalam-dalam. Ditatapnya pula mataku hingga aku jadi slah tingkah.
Diperhatikannya aku dari atas samapi kebawah. ” kamu masih muda sekali, ganteng,
nampaknya sopan, kenapa mau jadi supir ?” tanyanya. ” Saya butuh uang untuk kuliah Bu ”
jawabku. ” Baik, saya setuju, kamu jadi supir saya, tapi haru ready setiap saat. gimana, okey ? ”
” Saya siap Bu.” Jawabku. ” Kamu setiap pagi harus sudah ready di rumah ini pukul enam, lalu
antar saya ke tempat saya Fitness, setelah itu antar saya ke salon, belanja, atau kemana saya
suka. Kemudian setelah sore, kamu boleh pulang, gimana siap ? ” ” Saya siap Bu” Jawabku. ”
Oh..ya, siapa namamu ? ” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya.
Spontan aku menyambut dan memegang telapak tangannya, kami bersalaman. ” Saya Leman
Bu ” Jawabku. ” Nama yang bagus ya ? tau artinya Leman ? ” Tanyanya seperti bercanda. ”
Tidak Bu ” Jawabku. ” Leman itu artinya Lelaki Idaman ” jawabnya sambil tersenyum dan
menatap mataku. Aku tersenyum sambil tersipu. lama dia menatapku. Tak terpikir olehku jika
aku bakal mendapat majikan seramah dan sesantai Ibu Maya.
Aku mencoba juga untuk bergurau, kuberanikan diri untuk bertanya pada beliau. ” Maaf, Bu. jika
nama Ibu itu Maya, apa artinya Bu ? ” ” O..ooo, itu, Maya artinya bayangan, bisa juga berarti
khayalan, bisa juga sesuatu yang tak tampak, tapi ternyata ada. Seperti halnya cita-citamu yang
kamu anggap mustahil ternyata suatu saat bisa kamu raih, nah,,,khayalan kamu itu berupa
sesuatu yang bersifat maya, ngerti khan ? ” Jawabnya serius. Aku hanya mengangguk-angguk
saja sok tahu, sok mengerti, sok seperti orang pintar.
Jika kuperhatikan, body Ibu Maya seksi sekali, tubuhnya tidak telampau tinggi, tapi padat berisi,
langsing, pinggulnya seperti gitar sepanyol. Yang lebih gila, pantatnya bahenol dan buah
dadanya wah…wah…wah…puyeng aku melihatnya.
Dirumah yang sebesar itu, hanya tinggal Ibu Maya, Suaminya, dan dua putrinya, yakni Mira
sebagai anak kedua, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di kelas III SMP, putrinya yang
pertama sekolah mode di Perancis. Pembantunya hanya satu, yakni Bi Irah, tapi seksinya juga
luar biasa, janda pula !

Lihat Juga:
Cerita Sex Terbaru - Ngentot Dengan Ibu PNS Cantik dan Montok

Kumpulan Cerita Dewasa Koleksi Kisah Seks 18+ XXX Terbaru Paling Lengkap Hot – Kisahku Jadi Sopir Pribadi Tante Girang Kaya Raya

Ibu Maya memberi gaji bulanan sangat besar sekali, dan jika difikir-fikir mustahil sekali. Setelah
satu tahun aku bekerja, sudah dua kali dia menaikkan gajiku, Katanya dia puas atas disiplin
kerjaku. Gaji pertama saja, lebih dari cukup untuk membayar uang kuliahku. Aku mengambil
kuliah di petang hari hingga malam hari disebuah Universitas Swasta. Untuk satu bulan gaji saja,
aku bisa untuk membayar biaya kuliah empat semster, edan tenan….sekaligus enak…tenan….!!!
dasar rezeki, tak akan kemana larinya.
Masuk tahun kedua aku bekerja, keakraban dengan Ibu Maya semakin terasa. Setelah pulang
Fitness, dia minta jalan-jalan dulu. Yang konyol, dia selalu duduk di depan, disebelahku hingga
terkadang aku jadi kagok menyetir, eh…lama lama biasa.
Disuatu hari sepulang dari tempat Fitnes, Ibu Maya minta diatar keluar kota. Seperti biasa dia
pindah duduk ke depan. Dia tak risih duduk disebelah supir pribadinya. Ketika tengah berjalan
kendaraan kami di jalan tol jagorawi, tiba-tiba Ibu maya menyuruh menepi sebentar. Aku menepi,
dan mesin mobil BMW itu kumatikan. Jantungku berdebar, jangan-jangan ada kesalahan yang
aku perbuat.
” Man,?, kamu sudah punya pacar ? ” Tanyanya. ” Belum Bu ” Jawabku singkat. ” Sama sekali
belum pernah pacaran ?” ” Belum BU, eh…kalau pacar cinta monyet sih pernah Bu, dulu di
kampung sewaktu SMP” ” Berapa kali kamu pacaran Man ? sering atau cuma iseng ?” tanyanya
lagi. Aku terdiam sejenak, kubuang jauh-jauh pandanganku kedepan. Tanganku masih
memegang setir mobil. Kutarik nafas dalam-dalam. ” Saya belum pernah pacaran serius Bu,
cuma sebatas cintanya anak yang sedang pancaroba” Jawabku menyusul. ”
Bagus…bagus…kalau begitu, kamu anak yang baik dan jujur ” ujarnya puas sambil menepuk
nepuk bahuku. Aku sempat bingung, kenapa Bu Maya pertanyaannya rada aneh ? terlalu pribadi
lagi ? apakah aku mau dijodohkan dengan salah seorang putrinya ? ach….enggak mungkin
rasanya, mustahil, mana mungkin dia mau punya menantu anak kampung seprti aku ini ?!
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kepuncak, bahkan sampai jalan-jalan sekedar putarputar
saja di kota Sukabumi. Aku heran bin heran, Bu Maya kok jalan-jalan hanya putar-putar
kota saja di Sukabumi, dan yang lebih heran lagi, Bu Maya hanya memakai pakaian Fitness
berupa celana training dan kaos olah raga. Setelah sempat makan di rumah makan kecil di
puncak, hari sudah mulai gelap dan kami kembali meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ditengah
perjalanan di jalan yang gelap gulita, Bu Maya minta untuk berbelok ke suatu tempat. Aku
menurut saja apa perintahnya.
Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap
gulita. Ditengah kebun itu bu Maya minta aku berhenti dan mematikan mesin mobil. Aku masih
tak mengerti akan tingkah Bu Maya. Tiba-tiba saja tangan Bu Maya menarik lengaku. ” Coba
rebahkan kepalamu di pangkuanku Man ?” Pintanya, aku menurut saja, karena masih belum
mengerti. Astaga….setelah aku merebahkan kepalaku di pangkuan Bu Maya dengan keadaan
kepala menghadap keatas, kaki menjulur keluar pintu, Bu Maya menarik kaosnya ketas.
Wow…samar-samar kulihat buah dadanya yang besar dan montok. Buah dada itu didekatkan ke
wajahku. Lalu dia berkata ” Cium Man Cium…isaplah, mainkan sayang …?” Pintanya. Baru aku
mengerti, Bu Maya mengajak aku ketempat ini sekedar melampiaskan nafsunya. Sebagai lakilaki
normal, karuan saja aku bereaksi, kejantananku hidup dan bergairah. Siapa nolak diajak
kencan dengan wanita cantik dna seksi seperti Bu Maya.
Kupegangi tetek Bu Maya yang montok itu, kujilati putingnya dan kuisap-isap. Tampak nafas Bu
Maya ter engah-engah tak karuan, menandakan nafsu biarahinya sedang naik. Aku masih
mengisap dan menjilati teteknya. Lalu bu Maya minta agar aku bangun sebentar. Dia melorotkan
celana trainingnya hingga kebawah kaki. Bagian bawah tubuh Bu Maya tampak bugil. Samarsamar
oleh sinar bulan di kegelapan itu. ” Jilat Man jilatlah, aku nafsu sekali, jilat sayang ” Pinta
Bu Maya agar aku menjilati memeknya. Oh….memek itu besar sekali, menjendol seperti kurakura.
tampaknya dia sedang birahi sekali, seperti puting teteknya yang ereksi. Aku menurut saja,
seperti sudah terhipnotis.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru – Kisahku Diperkosa Oleh Bapak Tiri

Memek Bu Maya wangi sekali, mungkin sewaktu di restauran tadi dia membersihkan kelaminnya
dan memberi wewangian. Sebab dia sempat ke toilet untuk waktu yang lumayang lama. Mungkin
disana dia membersihkan diri. Dia tadi ke tolilet membawa serta tas pribadinya. Dan disana pula
dia mengadakan persiapan untuk menggempur aku. Kujilati liang kemaluan itu, tapi Bu Maya tak
puas. Disuruhnya aku keluar mobil dan disusul olehnya.
Bu Maya membuka bagasi mobil dan mengambil kain semacam karpet kecil lalu dibentangkan
diatas rerumputan. Dia merebahkan tubuhnya diatas kain itu dan merentangnya kakinya. ” Ayo
Man, lakukan, hanya ada kita berdua disini, jangan sia-siakan kesempatan ini Man, aku sayang
kamu Man ” katanya setengah berbisik, Aku tak menjawab, aku hanya melakukan perintahnya,
dan sedikit bicara banyak kerja. Ku buka semua pakaianku, lalu ku tindih tubuh Bu Maya.
Dipeluknya aku, dirogohnya alat kelaminku dan dimasukkan kedalam memeknya. Kami
bersetubuh ditengah kebun gelap itu dalam suasana malam yang remang-remang oleh sinar
gemintang di langit. Aku menggenjot memek Bu Maya sekuat mungkin. ” jangan keluar dulu ya ?
saya belum puas ” Pintanya mesra. Aku diam saja, aku masih melakukan adegan mengocok
dengan gerakan penis keluar masuk lubang memek Bu Maya. Nikmat sekali memek ini, pikirku.
Bu Maya pindah posisi , dia diatas, dan bukan main permainannya, goyangnya.
” Remas tetekku Man, remaslah….yang kencang ya ?” Pintanya. Aku meremasnya. ” Cium
bibirku Man..cium ? Aku mencium bibir indah itu dan kuisap lidahnya dalam-dalam, nikmat
sekali, sesekali dia mengerang kenikmatan. ” Sekarang isap tetekku, teruskan…
terus…..Oh….Ohhhh…..Man…Leman…Ohhh…aku keluar Man….aku kalah” Dia mencubiti
pinggulku, sesekali tawanya genit. ” kamu curang….aku kalah” ujarnya. ” Sekarang gilirang
kamu Man….keluarkan sebanyak mungkin ya? ” pintanya. ” Saya sudah keluar dari tadi Bu, tapi
saya tetap bertahan, takut Ibu marah nanti ” Jawabku. ” Oh Ya?…gila..kuat amat kamu ?!” balas
Bu Maya sambul mencubit pipiku.
” Kenapa Ibu suka main di tempat begini gelap ?” ” Aku suka alam terbuka, di alam terbuka aku
bergairah sekali. Kita akan lebih sering mencari tempat seperti alam terbuka. Minggu depan kita
naik kapal pesiarku, kita main diatas kapal pesiar di tengah ombak bergulung. Atau kita main di
pinggir sungai yang sepi, ah… terserah kemana kamu mau ya Man ?”
Selesai main, setelah kami membersihkan alat vital hanya dengan kertas tisue dan air yang kami
ambil dari jiregen di bagasi mobil, kami istirahat. Bu Maya yang sekarang tidur di pangkuanku.
Kami ngobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Setelah sekian lama istirahat, kontolku berdiri lagi,
dan dirasakan oleh kepala Bu maya yang menyentuh batang kejantananku. Tak banyak
komentar celanaku dibukanya, dan aku dalam sekejap sudah bugil. Disuruhnya aku tidur dengan
kaki merentang, lalu Bu Maya membuka celana trainingnya yang tanpa celana dalam itu.
Bu Maya mengocok-ngocok penisku, diurutnya seperti gerakan tukang pjit mengurut tubuh
pasiennya. Gerakan tangan Bu Maya mengurut naik-turun. Karuan saja penisku semakin
membesar dan membesar. Diisapnya penisku yang sudah ereksi besar sekali, dimainkannya
lidah Bu Maya di ujung penisku. Setelah itu, Bu Maya menempelkan buah dadanya yang besar
itu di penisku. Dijepitkannya penisku kedalam tetek besar itu, lalu di goyang-goyang seperti
gerakan mengocok. ” Giaman Man ? enah anggak ? ” ” Enak Bu, awas lho nanti muncrat Bu”
jawabku.. ” Enggak apa, ayo keluarkan, nanti kujilati pejuhmu, aku mau kok ?!” . Bu Maya masih
giat bekerja giat, dia berusaha untuk memuaskan aku.
Tak lama kemudian, Bu Maya naik keposisi atas dan seperti menduduki penisku, tapi lobang
memeknya dimasuki penisku. Digoyang terus…hingga aku merasakan nimkat yang luar biasa.
Tiba -tiba Bu Maya terdiam, berhenti bekerja, lalu berkata :” Rasakan ya Man ? pasti kamu bakal
ketagihan ” Aku membisu saja. dan ternyata Ohh….memek Bu Maya bisa melakukan gerakan
empot-empot, menyedot-nyedot dan mengurut-urut batang kontolku dari bagian kepala hingga
ke bagian batang bawah, Oh….nikmat sekali, ini yang namanya empot ayam, luar biasa
kepiawaian Bu Maya dalam bidang oleh seksual. ” Enak sayang ?” tanyanya. Belum sempat aku
menjawab, yah….aku keluar, air maniku berhamburan tumpah ditengah liang kemaluan Bu
Maya.
” Itu yang namanya empot-empot Man, itulah gunanya senam sex, berarti aku sukses latihan
senam sex selama ini ” Katanya bangga. ” Sekarang kamu puasin aku ya ? ” Kata Bu Maya
seraya mengambil posisi nungging. Ku tancapkan lagi kontolku yang masih ereksi kedalam
memek bu Maya, Ku genjot terus. ” Yang dalam man…yang dalam ya..teruskan sayang…?
oh….enak sekali penismu…..oh….terus sayang ?!” Pinta Bu Maya. Aku masih memuaskan Bu
Maya, aku tak mau kalah, kujilati pula lubang memeknya, duburnya dan seluruh tubuhnya.
Ternyata Bu Maya orgasme setelah aku menjlati seluruh tubuhnya. ” kamu pintar sekali Man ?
belajar dimana ? ” ” Tidak bu, refleks saja” Jawabku.

Baca Juga : Kisah Panas Terbaru – Keperawananku Direnggut Oleh Om Om

Sebelum kami meninggalkan tempat itu, Bu Maya masih sempat minta satu adegan lagi. Tapi
kali ini hanya sedikit melorotkan celana trainingnya saja. demikian pula aku, hanya membuka
bagian penis saja. Bu Maya minta aku melakukanya di dalam mobil, tapi ruangannya sempit
sekali. Dengan susah payang kami melakukannya dan akhirnya toh juga mengambil posisinya
berdiri dengan tubuh Bu Maya disandarkan di mobil sambil meng-angkat sedikit kaki kanannya.
Sejak saat malam pertama kami itu, aku dan Bu Maya sering bepergian keluar kota, ke pulau
seribu, ke pinggir pantai, ke semak-semak di sebuah desa terpencil, yah pokoknya dia cari
tempat-tempat yang aneh-aneh. Tak kusadari kalau aku sebenarnya menjadi gigolonya Bu
Maya. Dan beliaupun semakin sayang padaku, uang mengalir terus ke kocekku, tanpa pernah
aku meminta bayaran. Dia menyanggupi untuk membiayai kuliah hingga tamat, asal aku tetap
selalu besama Bu Maya yang cantik itu. Kumpulan Cerita Panas Koleksi Kisah Sex Dewasa Terbaru Terlengkap Terpanas – Kisahku Jadi Sopir Pribadi Tante Girang Kaya Raya | kisahbiru.men

Lihat Juga:
Selingkuh Sama Bule Yang Ngekost Di Tempatku - Cerita Sex Selingkuh

Baca Juga :