Koleksi Cerita Dewasa Kumpulan Kisah Sex Terbaru Keperawananku Diambil Om Om
Koleksi Cerita Dewasa Kumpulan Kisah Sex Terbaru Keperawananku Diambil Om Om

Cerita Dewasa Terbaru – Keperawananku Diambil Om Om

Koleksi Cerita Dewasa Kumpulan Kisah Sex Terbaru – Keperawananku Diambil Om Om – Cerita dewasa kali ini merupakan sebuah pengalamanku yang pernah aku rasakan saat aku
bersama om om yang saya suka. Namaku Rini, usiaku sekarang 16 tahun, aku bersekolah di
sebuah SMA yang termasuk besar di Jakarta. Kali ini akan kuceritakan tentang cerita panasku
pengalaman ketika aku masih SMU dan belum tahu apapun tentang yang namanya seks. Oh ya,
kata temen-temen sih aku memiliki wajah yang cantik, dengan rambut sebahu, kulitku kuning
langsat, tinggi 163 cm, dengan tubuh yang langsing dan seksi. Aku ingin menceritakan
pengalaman dewasa yang pertama justru dari teman baik ayahku sendiri. Peristiwa yang tak
layak dilakukan ini yang disebut juga cerita panas ini terjadi ketika aku baru saja akan masuk
kelas 1 SMP, ketika aku masih tinggal di Yogya. Teman ayah itu bernama Om Bayu dan aku
sendiri memanggilnya Om. Karena hubungan yang sudah sangat dekat dengan Om Bayu, ia
sudah dianggap seperti saudara sendiri di rumahku. Om Bayu wajahnya sangat tampan,
wajahnya tampak jauh lebih muda dari ayahku, karena memang usianya berbeda agak jauh.
Usia Om Bayu ketika itu sekitar 28 tahun. Selain tampan, Om Bayu memiliki tubuh yang tinggi
tegap dengan dada yang bidang.

Kisah Biru | Kejadian ini bermula ketika liburan semester. Waktu itu kedua orang tuaku harus pergi ke
Madiun karena ada perayaan pernikahan saudara. Karena kami dan Om Bayu cukup dekat,
maka aku minta kepada orang tuaku untuk menginapa saja di rumah Om Bayu yang tidak jauh
dari rumahku selama 5 hari itu. Om Bayu sudah menikah, tetapi belum punya anak. Istrinya
adalah seorang karyawan perusahaan swasta, sedangkan Om Bayu tidak mempunyai pekerjaan
tetap. Dia adalah seorang makelar mobil. Hari-hari pertama kulewati dengan ngobrol-ngobrol
sambil bercanda-ria, setelah istri Om Bayu pergi ke kantor. Om Bayu sendiri karena katanya
tidak ada order untuk mencari mobil, jadi tetap di rumah sambil menunggu telepon kalau-kalau
ada langganannya yang mau mencari mobil. Untuk melewatkan waktu, sering juga kami bermain
bermacam permainan seperti halma atau monopoli, karena memang Om Bayu orangnya sangat
pintar bergaul dengan siapa saja.
Ketika suatu hari, setelah makan siang, tiba-tiba Om Bayu berkata kepadaku, “Rin… kita main
dokter-dokteran yuk.., sekalian Rini, Om periksa beneran, mumpung gratis”.
Memang kata ayah dahulu Om Bayu pernah kuliah di fakultas kedokteran, namun putus di
tengah jalan karena menikah dan kesulitan biaya kuliah.
“Ayoo…”, sambutku dengan polos tanpa curiga.
Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya
ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu.
“Nah Rin, kamu buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang”.
Mula-mula aku agak ragu-ragu. Tapi setelah melihat mukanya yang bersungguh-sungguh
akhirnya aku menurutinya.

Baca Juga : Koleksi Kisah Dewasa Terbaru – Tante Yuki Perenggut Keperjakaanku

“Baik Om”, kataku, lalu aku membuka kaosku, dan mulai hendak berbaring.
Namun Om Bayu bilang, “Lho… BH-nya sekalian dibuka dong.. biar Om gampang meriksanya”.
Aku yang waktu itu masih polos, dengan lugunya aku membuka BH-ku, sehingga kini terlihatlah
buah dadaku yang masih mengkal.
“Wah… kamu memang benar-benar cantik Rin…”, kata Om Bayu.
Kulihat matanya tak berkedip memandang buah dadaku dan aku hanya tertunduk malu.
Setelah telentang di atas ranjang, dengan hanya memakai rok mini saja, Om Bayu mulai
memeriksaku. Mula-mula ditempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, lalu Om Bayu
menyuruhku bernafas sampai beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya.
Kemudian sambil tersenyum kepadaku, tangannya menyentuh lenganku, lalu mengusapusapnya
dengan lembut.
“Waah… kulit kamu halus ya, Rin… kamu pasti rajin merawatnya”, katanya.
Aku diam saja, aku hanya merasakan sentuhan dan usapan lembut Om Bayu. Kemudian usapan
itu bergerak naik ke pundakku. Setelah itu tangan Om Bayu merayap mengusap perutku. Aku
hanya diam saja merasakan perutku diusap-usapnya, sentuhan Om Bayu benar-benar terasa
lembut. Dan lama-kelamaan terus terang aku mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya,
sampai-sampai bulu tanganku merinding dibuatnya. Lalu Om Bayu menaikkan usapannya ke
pangkal bawah buah dadaku yang masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, lalu mengusap
buah dadaku. Ih… baru kali ini aku merasakan yang seperti itu, rasanya halus, lembut, dan geli,
bercampur menjadi satu. Namun tidak lama kemudian, Om Bayu menghentikan usapannya. Dan
aku kira… yah hanya sebatas ini perbuatannya. Tapi kemudian Tom Bayu bergerak ke arah
kakiku.
“Nah.. sekarang Om periksa bagian bawah yah…”, katanya.
Setelah diusap-usap seperti tadi yang terus terang membuatku agak terangsang, aku hanya bisa
mengangguk pelan saja. Saat itu aku masih mengenakan rok miniku, namun tiba-tiba Om Bayu
menarik dan meloloskan celana dalamku. Tentu saja aku keget setengah mati.
“Ih… Om kok celana dalam Rini dibuka…?”, kataku dengan gugup.
“Lho… kan mau diperiksa.. pokoknya Rini tenang aja…”, katanya dengan suara lembut sambil
tersenyum, namun tampaknya mata dan senyum Om Bayu penuh dengan maksud tersembunyi.
Tetapi saat itu aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah celana dalamku diloloskan oleh Om Bayu, dia duduk bersimpuh di hadapan kakiku.
Matanya tak berkedip menatap vaginaku yang masih mungil, dengan bulu-bulunya yang masih
sangat halus dan tipis. Lalu kedua kakiku dinaikkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang
di atas pahanya. Lalu Om Bayu mulai mengelus-elus betisku, halus dan lembut sekali rasanya,
lalu diteruskan dengan perlahan-lahan meraba-raba pahaku bagian atas, lalu ke paha bagian
dalam. Hiii… aku jadi merinding rasanya.
“Ooomm…”, suaraku lirih.
“Tenang sayang.. pokoknya nanti kamu merasa nikmat…”, katanya sambil tersenyum.
Om Bayu lalu mengelus-elus selangkanganku, perasaanku jadi makin tidak karuan rasanya.
Kemudian dengan jari telunjuknya yang besar, Om Bayu menggesekkannya ke bibir vaginaku
dari bawah ke atas.
“Aahh… Oooomm…”, jeritku lirih.
“Sssstt… hmm… nikmat.. kan…?”, katanya.
Mana mampu aku menjawab, malahan Om Bayu mulai meneruskan lagi menggesekkan jarinya
berulang-ulang. Tentu saja ini membuatku makin tidak karuan, aku menggelinjang-gelinjang, menggeliat-geliat kesana kemari.
“Ssstthh… aahh… Ooomm… aahh…”, eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar,
kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Vaginaku rasanya sudah basah sekali karena aku
memang benar-benar sangat terangsang sekali.
Setelah Om Bayu merasa puas dengan permainan jarinya, dia menghentikan sejenak
permainannya itu, tapi kemudian wajahnya mendekati wajahku. Aku yang belum berpengalaman
sama sekali, dengan pikiran yang antara sadar dan tidak sadar, hanya bisa melihatnya pasrah
tanpa mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Wajahnya semakin dekat, kemudian
bibirnya mendekati bibirku, lalu ia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, dan basah.
Namun Om Bayu bukan hanya mengecup, ia lalu melumat habis bibirku sambil memainkan
lidahnya. Hiii… rasanya jadi makin geli… apalagi ketika lidah Om Bayu memancing lidahku,
sehingga aku tidak tahu kenapa, secara naluri jadi terpancing, sehingga lidahku dengan lidah
Om Bayu saling bermain, membelit-belit, tentu saja aku jadi semakin nikmat kegelian.
Kemudian Om Bayu mengangkat wajahnya dan memundurkan badannya. Entah permainan apa
lagi yang akan diperbuatnya pikirku, aku toh sudah pasrah. Dan eh… gila… tiba-tiba badannya
dimundurkan ke bawah dan Om Bayu tengkurap diantara kedua kakiku yang otomatis
terkangkang. Kepalanya berada tepat di atas kemaluanku dan Om Bayu dengan cepat
menyeruakkan kepalanya ke selangkanganku. Kedua pahaku dipegangnya dan diletakkan di
atas pundaknya, sehingga kedua paha bagian dalamku seperti menjepit kepala Om Bayu. Aku
sangat terkejut dan mencoba memberontak, akan tetapi kedua tangannya memegang pahaku
dengan kuat, lalu tanpa sungkan-sungkan lagi Om Bayu mulai menjilati bibir vaginaku.
“Aaa… Ooomm…!”, aku menjerit, walaupun lidah Om Bayu terasa lembut, namun jilatannya itu
terasa menyengat vaginaku dan menjalar ke seluruh tubuhku. Namun Om Bayu yang telah
berpengalaman itu, justru menjilati habis-habisan bibir vaginaku, lalu lidahnya masuk ke dalam
vaginaku, dan menari-nari di dalam vaginaku. Lidah Om Bayu mengait-ngait kesana kemari
menjilat-jilat seluruh dinding vaginaku. Tentu saja aku makin menjadi-jadi, badanku menggeliatgeliat
dan terhentak-hentak, sedangkan kedua tanganku mencoba mendorong kepalanya dari
kemaluanku. Akan tetapi usahaku itu sia-sia saja, Om Bayu terus melakukan aksinya dengan
ganas. Aku hanya bisa menjerit-jerit tidak karuan.
“Aahh… Ooomm… jaangan… jaanggann… teeerruskaan… ituu… aa… aaku… nndaak…
maauu.. geellii… stooopp… tahaann… aahh!”.
Aku menggelinjang-gelinjang seperti kesurupan, menggeliat kesana kemari antara mau dan
tidak. Biarpun ada perasaan menolak akan tetapi rasa geli bercampur dengan kenikmatan yang
teramat sangat mendominasi seluruh badanku. Om Bayu dengan kuat memeluk kedua pahaku
diantara pipinya, sehingga walaupun aku menggeliat kesana kemari namun Om Bayu tetap
mendapatkan yang diinginkannya. Jilatan-jilatan Om Bayu benar-benar membuatku bagaikan
orang lupa daratan. Vaginaku sudah benar-benar banjir dibuatnya. Hal ini membuat Om Bayu
menjadi semakin liar, ia bukan cuma menjilat-jilat, bahkan menghisap, menyedot-nyedot
vaginaku. Cairan lendir vaginaku bahkan disedot Om Bayu habis-habisan. Sedotan Om Bayu di
vaginaku sangat kuat, membuatku jadi semakin kelonjotan.
Kemudian Om Bayu sejenak menghentikan jilatannya. Dengan jarinya ia membuka bibir
vaginaku, lalu disorongkan sedikit ke atas. Aku saat itu tidak tahu apa maksud Om Bayu,
rupanya Om Bayu mengincar clitorisku. Dia menjulurkan lidahnya lalu dijilatnya clitorisku.
“Aahh…”, tentu saja aku menjerit keras sekali. Aku merasa seperti kesetrum karena ternyata itu
bagian yang paling sensitif buatku. Begitu kagetnya aku merasakannya, aku sampai
mengangkat pantatku. Om Bayu malah menekan pahaku ke bawah, sehingga pantatku nempel
lagi ke kasur, dan terus menjilati clitorisku sambil dihisap-hisapnya.
“Aa… Ooomm… aauuhh… aahh… !”, jeritku semakin menggila.

Lihat Juga:
Pengalaman Bercinta Dengan Cewek PL Bispak - Cersex Ngentot Gadis Pemandu Lagu

Koleksi Cerita Dewasa Kumpulan Kisah Sex Terbaru Terlengkap Paling Panas – Keperawananku Diambil Om Om

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang teramat sangat, yang ingin keluar dari dalam vaginaku,
seperti mau pipis, dan aku tak kuat menahannya, namun Om Bayu yang sepertinya sudah tahu,
malahan menyedot clitorisku dengan kuatnya.
“Ooomm… aa… !”, tubuhku terasa tersengat tegangan tinggi, seluruh tubuhku menegang, tak
sadar kujepit dengan kuat pipi Om Bayu dengan kedua pahaku di selangkanganku. Lalu tubuhku
bergetar bersamaan dengan keluarnya cairan vaginaku banyak sekali, dan tampaknya Om Bayu
tidak menyia-nyiakannya. Disedotnya vaginaku, dihisapnya seluruh cairan vaginaku. Tulangtulangku
terasa luluh lantak, lalu tubuhku terasa lemas sekali. Aku tergolek lemas.
Om Bayu kemudian bangun dan mulai melepaskan pakaiannya. Aku, yang baru pertama kali
mengalami orgasme, merasakan badanku lemas tak bertenaga, sehingga hanya bisa
memandang saja apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula Om Bayu membuka
kemejanya yang dilemparkan ke sudut kamar, kemudian secara cepat dia melepaskan celana
panjangnya, sehingga sekarang dia hanya memakai CD saja. Aku agak ngeri juga melihat
badannya yang tinggi besar itu tidak berpakaian. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak
sengaja melihat ke bawah, aku sangat terkejut melihat tonjolan besar yang masih tertutup oleh
CD-nya, mencuat ke depan. Kedua tangan Om Bayu mulai menarik CD-nya ke bawah secara
perlahan-lahan, sambil matanya terus menatapku.
Pada waktu badannya membungkuk untuk mengeluarkan CD-nya dari kedua kakinya, aku
belum melihat apa-apa, akan tetapi begitu Om Bayu berdiri tegak, darahku mendadak serasa
berhenti mengalir dan mukaku menjadi pucat karena terkejut melihat benda yang berada
diantara kedua paha atas Om Bayu. Benda tersebut bulat, panjang dan besar dengan bagian
ujungnya yang membesar bulat berbentuk topi baja tentara. Benda bulat panjang tersebut berdiri
tegak menantang ke arahku, panjangnya kurang lebih 20 cm dengan lingkaran sebesar 6 cm
bagian batangnya dilingkarin urat yang menonjol berwarna biru, bagian ujung kepalanya
membulat besar dengan warna merah kehitam-hitaman mengkilat dan pada bagian tengahnya
berlubang dimana terlihat ada cairan pada ujungnya. Rupanya begitu yang disebut kemaluan
laki-laki, tampaknya menyeramkan. Aku menjadi ngeri, sambil menduga-duga, apa yang akan
dilakukan Om Bayu terhadapku dengan kemaluannya itu.
Melihat ekspresi mukaku itu, Om Bayu hanya tersenyum-senyum saja dan tangan kirinya
memegang batang kemaluannya, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus bagian kepala
kemaluannya yang kelihatan makin mengkilap saja. Om Bayu kemudian berjalan mendekat ke
arahku yang masih telentang lemas di atas tempat tidur. Kemudian Om Bayu menarik kedua
kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur. Kedua
kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar. Aku tidak bisa berbuat
apa-apa, karena badanku masih terasa lemas. Mataku hanya bisa mengikuti apa yang sedang
dilakukan oleh Om Bayu.
Kemudian dia mendekat dan berdiri tepat diantara kedua pahaku yang sudah terbuka lebar itu.
Dengan berlutut di lantai di antara kedua pahaku, kemaluannya tepat berhadapan dengan
kemaluanku yang telah terpentang itu. Tangan kirinya memegang pinggulku dan tangan
kanannya memegang batang kemaluannya. Kemudian Om Bayu menempatkan kepala
kemaluannya pada bibir kemaluanku yang belahannya kecil dan masih tertutup rapat. Kepala
kemaluannya yang besar itu mulai digosok-gosokannya sepanjang bibir kemaluanku, sambil
ditekannya perlahan-lahan. Suatu perasaan aneh mulai menjalar ke keseluruhan tubuhku,
badanku terasa panas dan kemaluanku terasa mulai mengembung. Aku agak menggeliat-geliat
kegelian atas perbuatan Om Bayu itu dan rupanya reaksiku itu makin membuat Om Bayu makin
terangsang. Dengan mesra Om Bayu memelukku, lalu mengecup bibirku.
“Gimana Rin… nikmat kan…?”, bisik Om Bayu mesra di telingaku, namun aku sudah tak mampu
menjawabnya. Nafasku tinggal satu-satu, aku hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu. Aku
sudah tidak berdaya diperlakukan begini oleh Om Bayu dan tidak pernah kusangka, karena
sehari-hari Om Bayu sangat sopan dan ramah.

Lihat Juga:
Kisah Seks Terbaru - Betapa Nikmatnya Tubuh Gadis SMP

Selanjutnya tangan Om Bayu yang satu merangkul pundakku dan yang satu di bawah
memegang penisnya sambil digosok-gosokkan ke bibir kemaluanku. Hal ini makin membuatku
menjadi lemas ketika merasakan kemaluan yang besar menyentuh bibir kemaluanku. Aku
merasa takut tapi kalah dengan nikmatnya permainan Om Bayu, di samping pula ada perasaan
bingung yang melanda pikiranku. Kemaluan Om Bayu yang besar itu sudah amat keras dan
kakiku makin direnggangkan oleh Om Bayu sambil salah satu dari pahaku diangkat sedikit ke
atas. Aku benar-benar setengah sadar dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Kepala
kemaluannya mulai ditekan masuk ke dalam lubang kemaluanku dan dengan sisa tenaga yang
ada, aku mencoba mendorong badan Om Bayu untuk menahan masuknya kemaluannya itu, tapi
Om Bayu bilang tidak akan dimasukkan semua cuma ditempelkan saja. Saya membiarkan
kemaluannya itu ditempelkan di bibir kemaluanku.
Tapi selang tak lama kemudian perlahan-lahan kemaluannya itu ditekan-tekan ke dalam lubang
vaginaku, sampai kepala penisnya sedikit masuk ke bibir dan lubang vaginaku. Kemaluanku
menjadi sangat basah, dengan sekali dorong kepala penis Om Bayu ini masuk ke dalam lubang
vaginaku. Gerakan ini membuatku terkejut karena tidak menyangka Om Bayu akan memasukan
penisnya ke dalam kemaluanku seperti apa yang dikatakan olehnya. Sodokan penis Om Bayu ini
membuat kemaluanku terasa mengembang dan sedikit sakit. Seluruh kepala penis Om Bayu
sudah berada di dalam lubang kemaluanku dan selanjutnya Om Bayu mulai menggerakkan
kepala penisnya masuk dan keluar dan selang sesaat aku mulai menjadi biasa lagi. Perasaan
nikmat mulai menjalar ke seluruh tubuhku, terasa ada yang mengganjal dan membuat
kemaluanku serasa penuh dan besar.
Tanpa sadar dari mulutku keluar suara, “Ssshh… ssshh… aahh… ooohh… Ooomm… Ooomm…
eennaak… eennaak… !”
Aku mulai terlena saking nikmatnya dan pada saat itu, tiba-tiba Om Bayu mendorong penisnya
dengan cepat dan kuat, sehingga penisnya menerobos masuk lebih dalam lagi dan merobek
selaput daraku dan akupun menjerit karena terasa sakit pada bagian dalam vaginaku oleh penis
Om Bayu yang terasa membelah kemaluanku.
“Aadduuhh… saakkiiitt… Ooomm… sttooopp… sttooopp… jaangaan… diterusin”, aku meratap
dan kedua tanganku mencoba mendorong badan Om Bayu, tapi sia-sia saja.
Om Bayu mencium bibirku dan tangannya yang lain mengelus-elus buah dadaku untuk menutupi
teriakan dan menenangkanku. Tangannya yang lain menahan bahuku sehingga aku tidak dapat
berkutik. Badanku hanya bisa menggeliat-geliat dan pantatku kucoba menarik ke atas tempat
tidur untuk menghindari tekanan penis Om Bayu ke dalam liang vaginaku. Tapi karena tangan
Om Bayu menahan pundakku maka aku tidak dapat menghindari masuknya penis Om Bayu
lebih dalam ke liang vaginaku. Rasa sakit masih terasa olehku dan Om Bayu membiarkan
penisnya diam saja tanpa bergerak sama sekali untuk membuat kemaluanku terbiasa dengan
penisnya yang besar itu.
“Om… kenapa dimasukkan semua… kan… janjinya hanya digosok-gosok saja?”, kataku dengan
memelas, tapi Om Bayu tidak bilang apa-apa hanya senyum-senyum saja.
Aku merasakan kemaluan Om Bayu itu terasa besar dan mengganjal rasanya memadati seluruh
relung-relung di dalam vaginaku. Serasa sampai ke perutku karena panjangnya penis Om Bayu
tersebut. Waktu saya mulai tenang, Om Bayu kemudian mulai memainkan pinggulnya maju
mundur sehingga penisnya memompa kemaluanku. Badanku tersentak-sentak dan
menggelepar-gelepar, sedang dari mulutku hanya bisa keluar suara, “Ssshh… ssshh… ooohh…
ooohh…”
Dan tiba-tiba perasaan dahsyat melanda keseluruhan tubuhku. Bayangan hitam menutupi
seluruh pandanganku. Sesaat kemudian kilatan cahaya serasa berpendar di mataku. Sensasi itu
sudah tidak bisa dikendalikan lagi oleh pikiran normalku. Seluruh tubuhku diliputi sensasi yang
siap meledak. Buah dadaku terasa mengeras dan puting susuku menegang ketika sensasi itu
kian menguat, membuat tubuhku terlonjak-lonjak di atas tempat tidur. Seluruh tubuhku meledakdalam sensasi, jari-jariku menggengam alas tempat tidur erat-erat. Tubuhku bergetar,
mengejang, meronta di bawah tekanan tubuh Om Bayu ketika aku mengalami orgasme yang
dahsyat. Aku merasakan kenikmatan berdesir dari vaginaku, menghantarkan rasa nikmat ke
seluruh tubuhku selama beberapa detik. Terasa tubuhku melayang-layang dan tak lama
kemudian terasa terhempas lemas tak berdaya, tergeletak lemah di atas tempat tidur dengan
kedua tangan yang terentang dan kedua kaki terkangkang menjulur di lantai.
Melihat keadaanku, Om Bayu makin terangsang. Dengan ganasnya dia mendorong pantatnya
menekan pinggulku rapat-rapat sehingga seluruh batang penisnya terbenam dalam kemaluanku.
Aku hanya bisa menggeliat lemah karena setiap tekanan yang dilakukannya, terasa clitorisku
tertekan dan tergesek-gesek oleh batang penisnya yang besar dan berurat itu. Hal ini
menimbulkan kegelian yang tidak terperikan. Hampir sejam lamanya Om Bayu
mempermainkanku sesuka hatinya. Dan saat itu pula aku beberapa kali mengalami orgasme.
Dan setiap itu terjadi, selama 1 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan
menghisap kuat penis Om Bayu, sampai akhirnya pada suatu saat Om Bayu berbisik dengan
sedikit tertahan.
“Ooohh… Riiinn… Riiinnn… aakkuu… maau… keluar!.. Ooohh… aahh… hhmm… ooouuhh!”.
Tiba-tiba Om Bayu bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian…
cret… crett… crett… spermanya berloncatan dan tumpah tepat di atas perutku. Tangannya
dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah ingin mengeluarkan
semua spermanya tanpa sisa.
“Aahh…”, Om Bayu mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega.
Dibersihkannya sperma yang tumpah di perutku. Setelah itu kami tergolek lemas sambil
mengatur napas kami yang masih agak memburu sewaktu mendaki puncak kenikmatan tadi.
Dipandanginya wajahku yang masih berpeluh untuk kemudian disekanya. Dikecupnya lembut
bibirku dan tersenyum.

Lihat Juga:
Cerita Dewasa Terbaru - Skandal Seks Ku Dengan Tante Siska

Baca Juga : Kumpulan Cerita Seks Terbaru – Kisahku Diperkosa Oleh Ayah Tiri

“Terima kasih sayang…”, bisik Om Bayu dengan mesra. Dan akhirnya aku yang sudah amat
lemas terlelap di pelukan Om Bayu.
Setelah kejadian itu, pada mulanya aku benar-benar merasa gamang. Perasaan-perasaan aneh
berkecamuk dalam diriku, walaupun ketika waktu itu, saat aku bangun dari tidurku Om Bayu
telah berupaya menenangkanku dengan lembut. Namun entah kenapa, setelah beberapa hari
kemudian, kok rasanya aku jadi kepengin lagi. Memang kalau diingat-ingat sebenarnya nikmat
juga sih. Jadi sepulang sekolah aku mampir ke rumah Om Bayu, tentu saja aku malu
mengatakannya. Aku hanya pura-pura ngobrol kesana kemari, sampai akhirnya Om Bayu
menawarkan lagi untuk main-main seperti kemarin dulu, barulah aku menjawabnya dengan
mengangguk malu-malu. Begitulah kisah pengalamanku, ketika pertama kalinya aku merasakan
kenikmatan hubungan seks, Tamat.

Koleksi Cerita Dewasa Kumpulan Kisah Seks Mesum 18+ XXX Terbaru Terlengkap Paling Hot 2018 – Keperawananku Diambil Om Om www.kisahbiru.men

Baca Juga :