Cerita Dewasa Terbaru - Jual Diri Karena Hutang Suami

Cerita Dewasa Terbaru – Jual Diri Karena Hutang Suami

[Total: 0    Average: 0/5]

Cerita Dewasa Terbaru – Jual Diri Karena Hutang Suami | Cerita Seks Bergambar terbaru kali ini mengisahkan pengalaman seorang wanita STW yang terpaksa harus menjual diri akibat suaminya yang terbelit hutang dalam jumlah yang besar pada seseorang. Pokoknya cerita kali ini seru banget guyss.. Rugi kalo kalian gak baca. Nah, langsung aja disimak guys kisah dewasa terbaru kali ini.. cekidott

KISAH BIRU | Kisah yang kuceritakan ini adalah pengalaman pahit pribadiku sebagai seorang istri. Namaku
Dina, seorang wanita berusia 30 tahun yang hampir putus asa dalam menjalani hidup berumah
tangga, semua karena penyebab suamiku yang tega menjual diriku. Erik (suamiku ) justru
menjadikanku seperti seorang pelacur/lonte murahan hanya untuk membayar hutangnya.
Aku tak pernah menyangka apabila suamiku sampai hati menjual diriku. Sewaktu pertama kali
berkenalan, Erik adalah lelaki yang baik dan selalu menjagaku dari godaan lelaki lelaki iseng.
Kami menikah lima tahun yang lalu dan sudah dikarunai seorang anak lelaki dan sekarang
berusia tiga tahun yang kami beri nama Bernard.

Pernikahan kami mulus-mulus saja sampai
Bernard muncul diantara kami. Tentu saja waktuku banyak terkuras untuk mendidik Bernard.
Mas Erik berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku
cuma tinggal di rumah. Akan tetapi aku tak pernah mengeluh. aku tetap sabar menjalankan
tugasku seseperti ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Meskipun kenyataannya setiap hari bisa
saja Mas Erik pulang sore hari. Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. Bahkan
sampai larut malam dan dalam kondisi mabuk.

Pernah sewaktu kutanyakan, kemana saja kalo pulang terlambat. Dia cuma menjawab
“aku mencari penghasilan tambahan”, jawabnya singkat dan acuh.
Mas Erik makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut
berbau alkohol dan hampir tak sadarkan diri, ternyata dia mabuk sangat berat. aku mulai
bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum-minum beralkohol. Selama ini aku tak
pernah melihatnya sampai seperti ini. Kadang-kadang ia juga memberikan uang belanja lebih
padaku. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Bernard anak kami. Setiap kali
aku menyinggung kegiatannya yang di luar batas, Mas Erik berusaha menghindari.
“Kita jalankan saja peran masing-masing yang seperti biasanya. aku cari uang dan kamu yang
mengurus rumah juga Bernard. aku tak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu
juga seperti itu”, katanya.

Baca Juga : Koleksi Kisah Dewasa Terbaru – Muasin Mbak Wati Istri Bos Ku

aku baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya, suatu malam dia memintaku untuk menjual
gelang yang kukenakan. Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang
untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Sebagai
seorang isteri yang berusaha berbakti kepada suami, aku memberikan gelang itu. Toh dia juga
yang membelikan gelang tersebut. aku memang diajarkan untuk menemani suami dalam suka
maupun duka.

Suatu sore saat Mas Erik belum pulang, seorang kawannya yang mengaku bernama Parman
berkunjung ke rumah. Kedatangan Parman inilah yang memicu perubahan dalam rumah
tanggaku. Parman datang untuk menagih utang-utang suamiku. Jumlahnya sekitar sepuluh juta
rupiah. Mas Erik berjanji untuk melunasi utangnya itu. aku berkata terus-terang bahwa aku tak
tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja.
Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum,
“Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung juga menemani Mbak.”
aku sedikit risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih sewaktu melihat tatapan liar matanya
yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.

“Erik tak pernah cerita kepada saya, kalo ia memiliki isteri yang luar biasa cantiknya. Menurut
saya, sayang sekali bunga yang indah cuma dipajang di rumah saja” ucap Parman.
aku makin kaku hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba
menahan diri, kerana aku menyadari Mas Erik berutang uang kepadanya. dalam hati aku berdoa
supaya Mas Erik cepat pulang ke rumah, sehingga aku tak perlu berlama-lama menemuinya.
Untung saja tak lama kemudian Mas Erik pulang. Kalo tidak pasti aku sudah muntah mendengar
kata-katanya itu. Begitu melihat Parman, Mas Erik terlihat lemas. Dia tahu pasti Parman akan
menagih hutang-hutangnya itu. aku me
dengan penuh kasih sayang kuraih gagang kenikmatan Mas Erik, kumain-mainkan sejenak
dengan kedua belah tanganku, kemudian aku mulai mengulum gagang kemaluan suamiku
dengan lembutnya. Terasa di dalam mulutku, gagang kemaluan Mas Erik terutama kepala
kemaluannya, mulai terasa hangat dan mengeras. aku menyedot gagang Mas Erik semampuku,
kulihat Mas Erik begitu bergairah, sesekali matanya terpejam menahan nikmat yang kuberikan
kepadanya.

Lihat Juga:
Mencicipi Pembantu Baruku Yang Bahenol - Cerita Sex

Mas Erik kemudian membalas, dengan meremas-remas kedua buah dadaku yang cukup
menantang, 36B. aku mulai merasakan denyut-denyut kenikmatan mulai bergerak dari puting
buah dadaku dan mulai menjalar keseluruh bagian badanku lainnya, terutama ke kemaluanku.
aku merasakan lubang kemaluanku mulai terasa basah dan sedikit gatal, sehingga aku mulai
merapatkan kedua belah pahaku dan menggesek-gesekan kedua belah pahaku dengan
rapatnya, supaya aku dapat mengurangi rasa gatal yang kurasakan di belahan lubang
kemaluanku.

Mas Erik ternyata tanggap melihat perubahanku, kemudian dengan lidahnya Mas Erik mulai
turun dan mulai mengulum daging kecil clitorisku dengan napsunya, aku sangat kewalahan
menerima serangannya ini, badanku terasa bergetar menahan nikmat, peluh dibadanku mulai
mengucur dengan deras diiringi erangan-erangan kecil dan napas tertahan sewaktu kurasakan
aku hampir tak mampu menahan kenikmatan yang kurasakan.
Akhirnya seluruh rasa nikmat semakin memuncak, saat kemaluan Mas Erik, mulai terbenam
sedikit demi sedikit ke dalam kemaluanku, rasa gatal yang kurasakan sejak tadi berubah menjadi
nikmat saat kemaluan Mas Erik yang sudah ereksi sempurna mulai bergerak-gerak maju
mundur, seakan-akan menggaruk-garuk gatal yang kurasakan.

Suamiku memang jago dalam permainan ini. Tak lebih dari lima belas menit aku berteriak kecil
saat aku sudah tak mampu lagi menahan kenikmatan yang kurasakan, badanku meregang
sekian detik dan akhirnya rubuh di ranjang sewaktu puncak-puncak kenikamatan kuraih pada
saat itu, mataku terpejam sembari menggigit kecil bibirku saat kurasakan kemaluanku
mengeluarkan denyut-denyut kenikmatannya.

Dan tak lama kemudian Mas Erik mencapai puncaknya juga, dia dengan cepatnya menarik
kemaluannya dan beberapa detik kemudian, air maninya tersembur dengan derasnya ke arah
badan dan wajahku, aku membantunya dengan mengocok kemaluannya sampai air maninya
habis, dan kemudian aku mengulum kembali kemaluannya sekian lama, sampai akhirnya
perlahan-lahan mulai mengurang tegangannya dan mulai lunglai.
“aku benar-benar puas dina, kamu memang hebat”, pujinya. aku masih bergelayut manja di
dekapan badannya.

“Dina, kamu memang isteriku yang baik, kamu harus bisa mengerti kesulitanku saat ini, dan aku
mau kamu membantu aku untuk mengatasinya”, katanya.
“Bukankah selama ini aku sudah begitu Mas”, sahutku. Mas Erik mengangguk-angguk
mendengarkan ucapakanku.
Kemudian ia melanjutkan,
“Kamu tahu maksud kedatangan Parman tadi sore. Dia menagih utang, dan aku cuma sanggup
membayar setengah dari keseluruhan utangku. Kemudian sesudah lama berbicang-bincang ia
menawarkan sebuah jalan keluar kepadaku untuk melunasi hutang-hutangku dengan sebuah
syarat”, ucap Mas Erik.

“Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran.
“Ternyata dia menyukaimu, dia minta izinku supaya kamu bisa menemani dia semalam saja”,
ucap Mas Erik dengan pelan dan tertahan.
aku seperti disambar petir saat itu, aku tahu arti ‘menemani’ selama semalam. Itu berarti aku
harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Erik. Mas Erik
mengerti keterkejutanku.
“aku sudah tak tahu lagi dengan apalagi aku harus membayar hutang-hutangku, dia sudah
mengancam akan menagih lewat tukang pukulnya jika aku tak bisa membayarnya sampai akhir
pekan ini”, katanya lirih.
aku cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. aku masih shock memikirkan aku
harus rela memberikan seluruh badanku kepada lelaki yang belum kukenal selama ini. Sikap
diamku ini diartikan lain oleh Mas Erik.

Lihat Juga:
Cerita Seks Terbaru - Kakaku Yang Berhijab Ternyata Penuh Nafsu

Kumpuan Cerita Dewasa 18+ xxx Koleksi Kisah Seks Terbaru Terlengkap Hot 2018 – Jual Diri Karena Hutang Suami | www.kisahbiru.men

“Besok kamu ikut aku menemui Parman”, ucapnya lagi, sembari mencium keningku lalu
berangkat tidur. Sesewaktu itu juga aku membenci suamiku. aku enggan mengikuti keinginan
suamiku ini, tetapi aku juga harus memikirkan keselamatan keluarga, terutama keselamatan
suamiku. Mungkin sesudah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.
Sore hari sesudah pulang kerja, Mas Erik menyuruhku berhias diri dan sesudah itu kami
berangkat menuju tempat yang dijanjikan sebelumnya, ternyata Mas Erik mengantarku ke
sebuah hotel berbintang. waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 20.00 malam. Selama hidup
baru pertama kali ini, aku pergi untuk menginap di hotel.

Sewaktu pintu kamar di ketuk oleh Mas Erik, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, dan
kulihat Parman menyambut kami dengan hangatnya, Suamiku tak berlama-lama, kemudian ia
menyerahkan diriku kepada Parman, dan kemudian berpamitan.
dengan lembut Parman menarik tanganku memasuki ruangan kamar itu. aku tertunduk malu dan
wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan
suamiku. Ternyata Parman tak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan
seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap
tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.

Parman menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. Kusahut aku ingin minum coca-cola,
tetapi jawabnya minuman itu tak ada sekarang ini di kamarnya, kemudian dia mengeluarkan
sebotol sampagne dari kulkas dan menuangkannya sedikit sekitar setengah sloki, kemudian
disuguhkannya kepadaku,
“Ini bisa menghilangkan sedikit rasa gugup yang kamu rasakan sekarang ini, dan bisa juga
membuat badanmu sedikit hangat. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu sedikit kedinginan”,
ucapnya lagi sembari menyodorkan minuman tersebut.

Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang
benar beberapa saat kemudian aku merasakan badan dan pikiranku sedikit tenang, rasa grogi
sudah mulai menghilang, dan aku juga merasakan ada aliran hangat yang mengaliri seluruh
syaraf-syaraf badanku.
Parman kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang
hal-hal yang ringan. Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan sedikit pusing di
kepalaku, badankupun limlung. Kemudian Parman merebahkan badanku ke ranjang. Beberapa
menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pusing di
kepalaku.

Tetapi aku mulai merasakan ada perasaan lain yang mengalir pada diriku, ada perasaan denyutdenyut
kecil di seluruh badanku, semakin lama denyut-denyut tersebut mulai terasa menguat,
terutama di bagian-bagian sensitifku. aku merasakan badanku mulai terangsang, meskipun
Parman belum menjamah badanku.
Sewaktu aku mulai tak kuasa lagi menahan rangsangan di badanku, nafasku mulai memburu
terengah-engah, buah dadaku seakan-akan mengeras dan benar-benar peka, kemaluanku mulai
terasa basah dan gatal yang menyengat, perlahan-lahan aku mulai menggesek-gesekkan kedua
belah pahaku untuk mengurangi rasa gatal dan merangsang di dalam kemaluanku. Badanku
mulai menggeliat-geliat tak tahan merasakan rangsangan seluruh badanku.

Parman ternyata menikmati tontonan ini, dia memandangi kecantikan wajahku yang kini sedang
terengah-engah bertarung melawan rangsangan, napsunya mulai memanas, tangannya mulai
meraba badanku tanpa bisa kuhalangi lagi. Remasan-remasan tangannya di buah dadaku
membuatku tak tahan lagi, sampai tak sadar aku melorotkan sendiri pakaian yang kukenakan.
Saat pakaian yang kukenakan lepas, Mata Parman tak lepas memandangi belahan buah dadaku
yang putih montok dan yang menyembul dan seakan ingin loncat keluar dari bra yang
kukenakan.

Lihat Juga:
Kisahku Dihamili Oleh Anak Majikan - Cerita Sex Ngentot Pembantu

Tak tahan melihat pemandangan indah ini, Parman kemudian menggumuliku dengan panasnya
sembari tangannya mengarah ke belakang punggungku, tak lebih dari 3 detik, kancing bra-ku
sudah lepas, kini buah dadaku yang kencang dan padat sudah membentang dengan indahnya,
Parman tak mau berlama-lama memandangiku, dengan buasnya lagi ia mencumbuiku,
menggumuliku, dan tangannya semakin cepat meremas-remas buah dadaku, cairan
kemaluanku mulai membasahi celana putihku.

Melihat ini, tangan Parman yang sebelahnya lagi mulai bermain-main di celanaku tepat di cairan
yang membasahi celanaku, aku merasakan nikmat yang benar-benar luar biasa. Napasku
benar-benar memburu, mataku terpejam nikmat saat tangan Parman mulai memasuki celana
dalamku dan memainkan daging kecil yang tersembunyi di kedua belahan rapatnya kemaluanku.
Parman memainkan kemaluanku dengan ahlinya, membuatku terpaksa merapatkan kedua belah
pahaku untuk sedikit menetralisir serangan-serangannya, jari-jarinya yang nakal mulai
menerobos masuk ke lubang badanku dan mulai memutar-mutar jarinya di dalam kemaluanku.

Tak puas kerana celana dalamku sedikit mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia
melepaskan celana dalamku. aku kini benar-benar bugil tanpa tersisa pakaian di badanku.
Parman tertegun sejenak memandangi pesona badanku, yang masih bergeliat-geliat melawan
rangsangan yang mungkin diakibatkan obat perangsang yang disuguhkan di dalam minumanku.
dengan cepatnya selagi aku masih merangsang sendiri buah dadaku, Parman melepaskan
dengan cepat seluruh pakaian yang dikenakan sampai akhirnya bugil pula. aku semakin
bernapsu melihat gagang kemaluan Parman sudah berdiri tegak dengan kerasnya, Besar dan
panjang.

dengan cepat Parman kembali menggumuliku dengan benar-benar sama-sama dalam puncak
terangsang, aku merasakan buah dadaku diserang dengan remasan-remasan panas, dan..,
ahh.., akupun merasakan gagang kemaluan Parman dengan cepatnya menyeruak menembus
lubang kemaluanku dan menyentuh titik-titik kenikmatan yang ada di dalam lubang kemaluanku,
aku menjerit-jerit tertahan dan membalas serangan kemaluannya dengan menjepitkan kedua
belah kakiku ke arah punggungnya sehingga kemaluannya bisa menerobos secara maksimal ke
dalam kemaluanku.

Baca Juga : Cerita Dewasa Bergambar – Digoyang Gadis Kampung

Kami bercumbu dengan panasnya, bergumul, setiap kali kemaluan Parman mulai bergerak
masuk menerobos masuk ataupun saat menarik ke arah luar, aku menjepitkan otot-otot
kemaluanku seperti hendak menahan pipis, saat itu aku merasakan nikmat yang kurasakan
berlipat-lipat kali nikmatnya, begitu juga dengan Parman, dia mulai keteteran menahan
kenikmatan tak bisa dihindarinya.

Sampai pada satu titik saya sudah terlihat akan klimaks,
Parman tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan hentakan2 kemaluannya yang dipercerpat..
akhirnya kekuatan pertahananku ambrol.. saya klimaks berulang-ulang dalam waktu 10 detik..
Parman ternyata juga sudah tak mampu menahan lagi serangannya dia cuma diam sejenak
untuk merasakan kenikmatan dipuncak-puncak klimaksnya dan beberapa detik kemudian
mencabut gagang kemaluannya dan tersemburlan muncratan-muncratan spermanya dengan
banyaknya membanjiri wajah dan sebagian berlelehan di belahan buah dadaku. Kamipun
akhirnya tidur kelelahan sesudah bergumul dalam panasnya birahi.

Keesokan paginya, Parman mengantarku pulang ke rumah. Kulihat suamiku menerimaku
dengan muka tertuduk dan berbicara sejenak sementara aku masuk ke kamar anakku untuk
melihatnya sesudah seharian tak kuurus.

Sesudah kejadian itu, aku dan suamiku sempat tak berbicara satu sama-lain, sampai akhirnya
aku luluh juga saat suamiku minta maaf atas kelakuannya yang menyebabkan masalah ini
sampai terjadi, tetapi hal itu tak berlangsung lama, suamiku kembali terjebak dalam permainan
judi. Sehingga secara tak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Jika menang
suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami. Tetapi jika kalah aku harus rela
melayani kawan-kawan suamiku yang menang judi. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih
berulang. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir. Kumpuan Cerita Dewasa Koleksi Kisah Seks Terbaru Terlengkap Paling Panas – Jual Diri Karena Hutang Suami.