Kumpulan Cerita Sex Koleksi Kisah Dewasa Terbaru Aku Janda 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong
Kumpulan Cerita Sex Koleksi Kisah Dewasa Terbaru Aku Janda 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong

Cerita Dewasa Terbaru – Aku Janda 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong

[Total: 0    Average: 0/5]

 

 

Kumpulan Cerita Sex Koleksi Kisah Dewasa Terbaru – Aku Janda 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong – Halo, met malem para PASCOL gimana kabarnya nih?.. Kali ini Kisah Biru mau menghadirkan cerita dewasa yang sangat seru, panas yang bakal bikin si Otong milik kalian kelojotan. Cerita kali ini berkisah tentang seorang ibu STW yang cantik dan montok yang baru saja menjanda. Kemudian doi kebingungan buat nyalurin hasrat sexnya, tanpa di duga janda kembang kita berkenalan dengan seorang brondong berusia 19 tahun. Selanjutnyaa.. yaa begitulah hehe yang pasti ceritanya bakal seru banget. Dari pada bikin kalian penasaran lebih baik baca ceritanya yukk.. cekidot!!

Statusku adalah seorang janda yang sudah bercerai dengan suamiku. Kalau aku diam, orang
akan mengatakan, ”Begitulah janda, tak bisa cari uang setelah ditinggal mati suaminya.” Kalau
aku tidak keluar rumah, orang akan mengatakan, ”Selalu berkurung diri, pasti sudah kehilangan
akal setelah dicerai suami.” Kalau aku keluar rumah dan tentu saja aku bersolek, orang berkata,
”Dasar janda cari laki-laki, pasti keluar rumah jadi pelakor (perebut lelaki orang), jelas saja
dicerai oleh suaminya.” Apa saja yang kulakukan selalu saja salah di mata orang lain, terlebih
para tetangga.
Namun aku tak peduli lagi. Apa pun kata tetangga, aku akan keluar rumah dan mencari uang
untuk anak semata wayangku. Dia sudah SMP dan dia butuh biaya. Aku harus
menyekolahkannya setinggi mungkin, agar kelak hidupnya bahagia.
Ketika aku keluar rumah dalam usiaku yang 37 tahun, banyak saja laki-laki iseng menggodaku.
Mata mereka membelalak melihat tubuhku, terutama belahan dadaku. Atau mungkin perasaanku
saja. Aku semakin sensitif setelah aku jadi janda. Tapi salahkan aku, kalau aku membutuhkan
laki juga? Aku adalah perempuan normal dan kebutuhan seks-ku masih tinggi.
Aku sengaja tidak menyewakan lagi kios di pasar. Dulunya aku berjualan di sana, kemudian
suamiku melarangku jualan, karena banyaknya laki-laki iseng menggodaku. Akhirnya
kuputuskan untuk tidak berjualan lagi. Setelah suamiku menggila dengan perempuan lain, aku
minta cerai dan aku ingin berjualan kembali. Aku mulai membenahi kios tempatku berjualan. Aku
berjualan garmen (pakaian jadi). Aku mengikuti selera anak muda dan remaja yang suka pada
mode-mode pakaian terbaru.
Setelah membuka kios, aku mendapatkan pelanggan. Seorang laki-laki berusia 19 tahun.
Ganteng dan entah kenapa aku begitu cepat tertarik kepadanya. Wajahnya begitu baby face dan
rapi. Aku mulai menggodanya. Aku lupa siapa diriku yang sudah berusia 37 tahun. Ah,
senyumnya begitu memikat. Ketika dia masuk ke sebuah sudut yang hanya ditutupi oleh kain
tirai untuk mencocokkan celana jeans yang dia beli, aku mengikutinya. Aku yakin dia sudah
membuka celananya dan aku masuk ke dalam. Aku pura-pura terkejut. Dia tersipu malu.
“Bagaimana, pas?” tanyaku.
“Kurang besar sedikit, Mbak,” katanya.
“Apanya yang kurang besar? Mungkin ’anu’ nya yang kegedean?” tanyaku mengarah. Dia
tersenyum.
“Pasti pacarmu puas pacaran denganmu,” kataku.
“Kenapa, mbak?” tanyanya lagi.
“Habis, besar dan panjang,” kataku melirik kontolnya dan memekku sudah mulai berdenyutdenyut.
Yah, sudah tujuh bulan aku tidak merasakan ada kontol yang masuk ke memek-ku lagi.
“Aku belum pernah punya pacar mbak. Apa mbak mau?” katanya merayu. Aku terkejut atas
jawabannya yang to the point itu.
“Apa kamu sudah pintar?” kataku.
“Belum sih. Tapi mbak kan bisa mengajari aku nanti,” katanya, seperti serius.
“Boleh juga,” kataku pula to the point.
Hari pertama buka, aku sudah banyak laku. Mungkin penataan pakaian yang kuletakkan di kios
berukuran 4 X 4 meter itu membuat para remaja terpikat. Inilah saatnya, pikirku pula. Aku tak
boleh melepaskan kesempatan ini, bisik hatiku pula. Aku akan menjaga diriku tidak hamil
dengan meminum jamu peluntur yang ampuh, Rumput Fatimah yang manjur itu.
Denny, begitu namanya dan katanya baru setahun lulus SMA dan tidak melanjutkan kuliah,
karena kalah ujian UMPTN dan akan akan mencoba lagi tahun depan. Aku masuk ikut ke dalam
kamar pas. Setelah pakaiannya pas, aku tak melepaskan kesempatan itu. Aku langsung
memeluknya dan mencium bibirnya dan mengelus-elus kontolnya. Dia gelagapan membalas
ciumanku. Aku mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Dengan cepat kulepaskan
ciumanku, begitu mendengar ada mobil parkir di depan kiosku. Ah, ternyata mobil orang yang
mau belanja ke kios lain.

(Baca Juga : Kumpulan Cerita Sex Terbaru Terlengkap – Ngentot Di Alam Terbuka Dengan Ibu Tiriku)

Denny keluar dari kamar pas dan membayar celananya. Rasanya enggan aku menerimanya.
Tapi mana tahu dia tidak suka padaku, maka sia-sialah sebuah celana. Kalau dia suka
kepadaku, besok lusa, aku bisa memberinya lebih.
Kami cerita-cerita di kios dan aku memesan segelas juice orange agar obrolan sedikit lama dan
aku bisa mengorek sedikit banyak tentang dirinya. Akhirnya kami berjanji untuk pulang samasama.
Aku cepat menutup kiosku dan kami pulang naik bus. Di sebuah persimpangan kami
turun dan memasuki sebuah hotel kecil yang bersih. Kami menyewa kamar yang termurah.
Begitu pintu kukunci, aku langsung menyerbunya dan menciumi kembali bibirnya dan
mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Tak kulupa kuelus-elus kontolnya dari balik
celananya. Begitu cepat kontolnya bangkit dan berdiri. Denny harus mendapatkan kenikmatan
yang pertama dariku. Dia harus merasakan bagaimana nikmatnya bersetubuh dengan seorang
perempuan. Aku juga harus mendapatkan segalanya darinya.
Dengan cepat kubuka pakaianya dan pakaianku juga. Tak kusia-siakan kesempatan itu. Aku
mulai beraksi dan menjilati sekujur tubuhnya yang atletis itu. Langsung saja kuhisap kontolnya.
Aku menyaksikannya menggelepar-gelepar, seperti ikan yang tertangkap. Sebentar lagi dia akan
sampai ke puncak nikmat. Aku tak ingin menyia-nyiakannya. Dengan cepat lidahku bermain di
kepala dan batang kontolnya. Lalu aku merasakan spermanya keluar dari batangnya. Terasa
penuh rongga mulutku. Banyak sekali spermanya. Gleeekkk… aku menelannya.
Yah, aku sendiri merasa heran, kenapa itu aku lakukan, sementara kepada suamiku sendiri, aku
tak pernah melakukannya. Ternyata sperma itu, enak juga rasanya. Aku menjilati sisa sperma di
batang kontolnya dan kami rebahan dengan senyum yang mengembang.
Dua jam lamanya kami istirahat di atas ranjang. Kami ke kamar mandi untuk buang air kecil. Aku
menyabuni kontolnya sampai bersih. Dari kamar mandi ke ranjang, aku memeluknya. Aku sudah
sangat ingin kontolnya memasuki memekku. Di atas ranjang aku kembali menciuminya. Aku
minta dia mengisap-isap tetekku. Mulanya, dia agak kaku mengisapnya. Aku yakin sekali kalau
dia belum pernah mengisap tetek pacarnya, apalagi bersetubuh dengan pacarnya. Berciuman
saja dia masih kaku, apa lagi bersetubuh. Dia belum tahu bagaimana caranya memuaskan
perempuan. Aku harus mendidiknya dalam beberapa kali lagi. Tapi kali ini, aku ingin sekali
kontolnya bisa memasuki lubang memekku.
Setelah kontolnya mengeras, dengan cepat aku menaiki tubuhnya dan mengangkangi kedua
kakinya, lalu memasukkan kontolnya ke dalam memekku. Dengan cepat aku menggoyangnya
dari atas tubuhnya. Aku mencari-cari titik-titik sensitif di dalam memekku. Begitu ketemu, aku
memusatkan gerakanku khusus untuk itu. Aku harus sampai ke puncak lebih dahulu. Benar saja.
Denny sudah kembali merasakan sensasi nikmat dari goyanganku. Sebentar lagi dia akan
sampai dan aku harus mendahuluinya jika tak ingin kehilangan kenikmatan.
Kujilati lehernya dan tetekku kugesek-gesekkan ke dadanya. Lidahnya yang dia julurkan aku
isap-isap dengan lembut, sementara tanganku mengelus-elus kepalanya. Laki-laki mana yang
tak senang kepalanya dielus-elus dengan lembut. Aku lebih cepat lagi menggoyang dan
menggoyang. Kutekan kuat-kuat, hingga batangnya mentok di ujung paling dalam memekku.
Aku memutar-mutar pantatku hingga aku merasakan ujung kontolnya menggesek-gesek ujung
memekku yang terdalam. Dan… aku pun sampai ke puncak kenikmatan. Aku memeluknya kuat
sekali dan terus menekan lebih dalam lagi kontolnya ke dalam memekku. Kugigit-gigit lehernya,
membuat dia kelimpungan. Dan aku merasakan semburan lahar panas dari dalam batang
kontolnya. Denny sampai ke puncaknya.
Sejak saat itu, kami selalu melakukan persetubuhan kami. Denny semakin hari, semakin pintar
bersetubuh.
Aku bukan haus seks namanya, kalau aku puas hanya dengan Denny. Setelah aku muak
dengannya, aku mencari mangsa lain. Paling setiap dua minggu sekali aku memberinya sebuah
celana jeans model terbaru. Makan atau minum serta rokok sebungkus setiap kali kami pergi kehotel. Untuk anak-anak pemula, biayanya tak perlu banyak. Yang penting rayuan kita dan pintar
memujinya.
Terserah apa kata orang lain terhadapku. Aku butuh kontol dan seks. Aku butuh kenikmatan.
Yang penting aku tidak hamil.
“Mau beli apa, Dik?” tanyaku kepada seoang pembeli yang berseragam SMP.
“Mau beli sepatu untuk Basket, Tante.” katanya sembari melihat-lihat contoh sepatu yang
kupajang. Seketika itu juga hatiku berkata. Alangkah gantengnya anak ini, masih kecil sudah
begini gantengnya, bagaimana kalau sudah dewasa, bisik hatiku.
“Untuk anak ganteng seperti kamu, akan Tante berikan harga yang termurah.” kataku merayu.
Dia melirikku dengan senyumnya.
Ah, hatiku bergetar. Apakah aku sudah gila, aku harus mencintai laki-laki berusia 15 tahun,
hanya dua tahun di atas usia anakku? Kudekati dia dan aku bantu memilihkan sepatu yang
cocok untuknya. Tingginya sebahuku. Aku sengaja mendekatinya agar aku bisa mengukur
tingginya. Namanya Andri.
“Kamu sendirian saja belanja? Kenapa enggak ditemani pacar?” kataku menggodanya.
“Belum punya pacar, tante.” katanya malu-malu.
”Nanti kalau pakai sepatu baru, pasti ada perempuan yang suka kepadamu,” kataku memuji.
“Siapa, Tante? Tante ya?” katanya dengan bijak, tapi matanya terus memilih sepatu.
“Kalau iya, apa kamu mau sama tante. Tante kan sudah tua? Tapi namanya cinta kan tidak
membedakan umur, kan?” kataku pula bergenit-genit.
“Katanya cinta itu buta kok, Tante,” katanya pula sok pintar. Sewaktu dia mau mengambil sepatu
yang terletak agak di atas, aku sengaja membantunya mengambilkan dari belakang. Sengaja
kugesekkan tetekku ke punggungnya dan menyentuhkan perutku ke pinggangnya. Ah, lagi-lagi
memekku berdenyut kencang.
“Ah, anak ganteng. Andaikan kamu pacar tante, akan tante ajari kamu berciuman,” kataku
setengah berbisik, tapi aku sengaja dia mendengar ucapanku. Aku lihat dia tersenyum, walau
dia sengaja menyembunyikan senyumnya.
Entah kenapa aku yakin sekali, mampu memperoleh anak ini sebagai teman kencanku. Aku tak
mau berkencan dengan laki-laki tua yang egois. Aku mau anak muda yang bau kencur, manja
dan masih baru belajar. Aku bangga mengajarinya pintar soal seks. Dia harus mendapatkan
pelajaran seks pertama dariku. Itulah tekadku.
Aku buka tali sepatu dan aku masukkan ke kakinya. Dia duduk di kursi dan aku berjongkok di
lantai. Dengan menunduk aku memperlihatkan buah dadaku dan selangkangan pahaku
kepadanya. Aku tahu dia mulai melirik ke sela-sela pahaku dan sesekali matanya juga menatap
tajam ke belahan dadakui. Anak laki-laki sekarang memang cepat sekali mengetahui soal seks.
Apakah soal gizinya yang sudah cukup atau dia sudah mampu mengakses internet, hingga
sudah bisa mengetahui banyak hal tentang seks? Entahlah. Aku tak perduli dan aku harus
mendapatkannya.

Lihat Juga:
Cersex Bergambar - Mama Pacarku Yang Alim Diam Diam Doyan Berondong

Kumpulan Cerita Sex Koleksi Kisah Dewasa Mesum Terbaru Terlengkap 2018 – Aku Janda 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong

“Kamu ganteng sekali, Andri. Mau ya jadi pacar tante?” kataku.
“Tante enggak punya suami?” tanyanya sembari mengikat tali sepatunya. Pertanyaan anak kecil
kah ini? Atau pertanyaan orang dewasa.
“Tante sudah bercerai. Tante nggak mau dimadu, tante minta cerai,” kataku bergenit-genit.
“Pacaran itu enak nggak, Tante?” tanyanya.
“Wah, tentu enak. Kalau tidak, mana mungkin orang pacaran,” kataku sembari memasukkan
satu lagi sepatu ke kakinya. Pembeli memang lagi sepi sore itu.
“Kalau tante jadi pacarku, kita ciuman?” katanya bertanya. Tapi tangannya terus membetuli
sepatunya, seperti dia sedang bicara sesuatu yang lain. Orang lain tidak akan tahu apa yangsedang kami bicarakan.
“Tentu dong. Kalau kamu belum pernah ciuman, nanti tante ajari,” kataku meyakinkannya.
Harga sepatu sudah jadi. Harganya pas sesuai harga beli. Aku tidak beruntung sedikitpun. Dia
membayarnya dan menuliskan sesuatu di atas kertas. Ternyata dia menulis nomor phone cellnya.
Aku tersenyum.
Sorenya aku iseng menekan tuts HP-ku ke nomornya dan mengirimkan SMS padanya. “Hallo,
Sayang. I Love u,” tulisku.
Tak lama, SMS-ku terbalas. “I Love u 2” katanya. Dari SMS, dia mengatakan akan datang ke
kiosku sebelum aku tutup, dia mau menciumku dan memintaku agar mengisap kontolnya seperti
yang dia tonton di VCD porno.
Aku langsung menjawabnya, ”Ok, aku pasti menunggumu.”
Benar saja. Ketika aku mau tutup, dia sudah berada di depanku dengan pakaiannya yang lain
dan sudah mandi bersih. Dia masuk ke dalam kios dan duduk di sebuah sudut. Nekat juga anak
ini, pikirku. Apakah dia serius atau ini sebuah jebakan? Aku melihat ke sekitar, ternyata tak ada
tanda-tanda dia membawa orang lain. Cepat kututup pintu kios dan melihat kondisi,
meyakinkannya benar-benar aman. Setelah pintu kukunci, aku mematikan lampu dan langsung
menyerbunya. Kuciumi bibirnya dan aku memeluknya sembari meraba-raba kontolnya. Aku
merasa kontolnya sudah tegang dan keras. Andri meremas-remas tetekku dari balik pakaianku.
Setelah puas meremas-remas tetekku dan tangannya dia masukkan ke dalam bra-ku, dia
memelukku.
“Aku berdiri yang tante,” katanya.
“Untuk apa, Sayang?” sahutku.
Dia tak menjawab pertanyaanku. Langsung saja dia berdiri dan aku masih duduk di kursi
pendek, dia keluarkankan kontolnya dan ia arahkan ke mukaku. Cepat kutangkap kontolnya dan
segera menghisap-hisap serta menjilatinya penuh nafsu. Dia memegangi kepalaku saat aku
memaju mundurkan kontolnya di dalam mulutku.
Aku tak mau dia mengeluarkan spermanya di dalam mulutku, karena aku butuh kontolnya masuk
ke dalam memekku. Jadi kubuka celana dalamku dan kuangkat rokku ke atas.
“Kamu duduk di kursi, Sayang,” pintaku. Setelah dia duduk, aku menaikinya. Kedua telapak
kakiku bertumpu ke sisi kursi dan aku jongkok mengarahkan memekku ke kontolnya. Perlahan
kontolnya memasuki memekku yang sudah sangat basah. Aku segera menggoyangnya dan
memutar-mutar pantatku hingga kontolnya berada pada ujung memekku yang paling dalam.
Ternyata anak ini jauh lebih pintar dari Denny. Walau usia Denny sudah 19 tahun, tapi Andri
memang pemuda yang kelihatan banyak menonton film porno. Dia memelukku kuat-kuat dengan
gemas.
“Cepat, Tante, Andri sudah mau keluar,” bisiknya takut didengar orang dari luar kios. Aku juga
harus lebih dulu keluar dan mencapai puncak kenikmatanku. Kuputar dan kugoyang pantatku
semakin cepat sampai akhirnya aku merasakan suatu getaran halus dari dalam diriku. Aku
sampai ke puncak nikmatku. Kutekan kuat-kuat tubuhku sampai Andri merasa terbebani oleh
tubuhku. Lalu dia juga menyemprotkan spermanya ke dalam memekku. Kami berpelukan erat.
Andri seorang anak laki-laki yang masih sangat remaja. Orang-orang selalu berkata, kalau
bersetubuh dengan anak remaja tingting, kita harus sabar dan harus pandai meuji-mujinya.
Pujian, adalah kesukaan mereka dan pujian adalah keinginan setiap laki-laki remaja.
“Kapan lagi, Tante?” katanya sambil meremas-remas tetekku.
“Kapan saja, Sayang. Tapi kalau bisa, kita harus di hotel biar bebas,” kataku. Dia menyanggupi.
Sejak saat itu, kami mulai melakukannya, bukan di hotel saja, tapi lebih sering di villa orangtua
Andri. Ternyata Andri anak orang yang maha kaya. Hampir setiap malam SMS-nya terkirim untukku. Kata-katanya sangat mesra, layaknya dua remaja sedang bercinta. Inilah petaka
buatku. Dalam kekhilafanku, anakku membaca semua SMS itu, ketika tak sengaja HP-ku
tertinggal di rumah.
Begitu aku pulang dari kios, Anto, anakku, langsung memberondongku dengan sejuta
pertanyaan. ”Siapa Andri itu?”
Darahku langsung berdesir. Aku berusaha berbohong. Aku mengatakan kalau Andri adalah
pelangganku. Tapi Anto meminta aku jujur. Aku menekankan kalau Andri adalah pelangganku.
Tapi Anto menunjukkan selembar kertas, isi SMS Andri kepadaku yang sudah dia salin kembali.
Aku tertunduk tak bisa menjawab.
“Malam ini Mama juga mau ngentot nggak sama Anto?” katanya. Aku memberikan penjelasan,
kalau dia masih SMP dan belum boleh melakukannya. Lagian, dia juga anakku!
“Andri juga kan masih SMP, Ma?” katanya tegas.
”Tapi dia bukan anakku,” kataku tegas.
Anto terus memaksa, dia mengancam akan menceritakan semua ini kepada neneknya (ibuku).
Dia memang sangat dekat dan dimanja oleh ibuku. Mati aku, bisikku. Aku diam saja. Tetap
berusaha menolak bersetubuh dengannya.
Besoknya, Anto tidak pulang ke rumah. Kuhubungi HP-nya, tidak aktif. Aku sangat kesal. Aku
juga takut kalau-kalau Anto pergi entah kemana. Aku hubungi teman-temannya, mereka juga
mengatakan tidak tahu Anto pergi kemana. Menurut salah seorang temannya, Anto sudah
membawa beberapa setel pakaian dalam ranselnya.
Aku menghubungi ibuku. Beliau juga terkejut dan malah aku dimarahi kalau sampai cucunya tak
ditemukan. Aku mengatakan hanya terjadi pertengkaran kecil saja dengan Anto. Aku berbohong
kepada ibuku.
Esoknya aku tidak buka kios dan aku ke sekolahnya, ternyata Anto tidak masuk sekolah. Dua
hari dia tidak masuk sekolah dan aku sudah kesusahan. Apakah dia pergi ke rumah ayahnya?
Kalau itu yang terjadi, aku bakal kehilangan dirinya untuk selama-lamanya, apalagi kalau Anto
sempat bercerita kepda ayahnya tentang pacarku yang bernama Andri. Hak mengasuh anak
akan jatuh ke tangan suamiku.
Tidak ingin itu terjadi, segera aku kirimkan SMS kepada Anto. “Sayang, pulanglah. Mama sangat
rindu. Apa pun yang Anto minta, akan mama kabulkan.”
Dadaku berdetak keras menunggu jawabannya. Aku berharap Anto mau pulang ke rumah,
karena dia adalah milikku satu-satunya. Tiba-tiba HP-ku bergetar. Segara kubuka. Dari Anto.
“OK, Sayang. Aku sedang menuju pulang,” katanya.
Seeerrrr… darahku terasa kembali mengalir. Cepat aku membenahi diriku. Aku tak mau
kelihatan kusut. Aku menunggu Anto. Detik-detik terasa sangat lambat sekali dan
membosankan. Bagaimana Anto yang sudah tiga hari tidak bertemu denganku. Apakah dia
sehat?
Kembali darahku berdesir begitu melihat Anto sudah berada di ambang pintu rumah.
Kusongsong dia dan kupeluk tubuhnya dengan penuh kasih sayang. Dia cepat masuk ke dalam
rumah dan menutup pintu lalu menguncinya. Di seretnya aku ke dalam kamarnya.
“Ada apa, Sayang?” kataku. Anto tak menjawab. Dia membuka semua pakaiannya dan bugil.
“Mama buka juga,” katanya seperti memerintah. Aku terkesima. Sampai akhirnya Anto yang
mendatangiku dan membuka semua pakaianku. “Sesuai janji dalam SMS,” katanya.
Aku terdiam pasrah, kubiarkan dia membuka seluruh pakaianku sampai aku telanjang bulat.
Kubiarkan dia melihat seluruh tubuhku. Ingin rasanya aku mencekik dan membunuhnya karenadia telah memperlakukan ibunya seperti ini. Tapi mana bisa, kehilangan dia dua hari saja sudah
membuat aku kelimpungan!
Anto memelukku dan mengisap tetekku. Lalu dia meraba memekku dan memasukkan jarinya ke
celah-celah memekku. Mulanya aku biasa saja, tapi lama kelamaan aku menjadi bergetar juga.
Semua yang dia lakukan, persis seperti apa yang dilakukan oleh Andri. Aku baru sadar, kalau
dia sudah membaca semua SMS Andri. Semua yang dilakukannya kepadaku, Andri tulis di
dalam SMS yang dia kirimkan. Anto mengikuti isi SMS Andri itu rupanya. Dasar aku perempuan
yang haus akan seks, rabaan Anto anakku itu membuatku birahi juga pada akhirnya. Aku birahi
dengan anak kandungku sendiri.
Didorongnya aku ke ranjang. Lalu dikangkangkannya kedua pahaku dan ia mulia menjilati
lubang memekku dengan rakus. Lagi-lagi aku mengingat isi SMS Andri padaku yang puas
menjilati memekku. Aku jadi lupa kalau yang sekarang sedang melakukan itu kepadaku adalah
Anto, anakku sendiri. Aku mengimbanginya dengan mengelus-elus kepalanya. Perutku sudah
pula dijilatinya dan kini mulutnya sudah menjilati dan menghisap-hisap lagi tetekku. Aku
menggelinjang. Anak yang hampir 13 tahun itu begitu rakus dan begitu beraninya
memperlakukan aku seperti kekasihnya sendiri.
Sambil aku memberikan respon, aku bertanya kepadanya. “Apakah sebelumnya kamu sudah
pernah melakukan yang seperti ini, Sayang?” kataku.
“Sudah!” jawabnya singkat dan terus menjilati tetekku.
“Sama siapa, Sayang?” aku jadi gelisah dan resah sembari menikmati juga jilatan dan
hisapannya.
“Sama Bibi,” katanya. Ah, bajingan! Ternyata anakku sudah melakukannya dengan adik
perempuanku yang juga baru saja bercerai.
“Dimana, Sayang?”
“Di rumah nenek.”
“Kapan, Nak?”
“Bulan lalu,”
“Berapa kali, Nak?”
“Enam kali,” katanya tanpa ragu. Pantas Anto sudah ketagihan seks, karena dia sudah
merasakan nikmatnya seks dalam usia yang sangat muda sekali. Sama seperti Andri yang
sudah ketagihan seks denganku.
Kuraba kontol Anto yang sudah mengeras. Dia sudah menindih tubuhku dan mencari-cari lubang
memekku. Aku menuntunnya dan memasukkan kontolnya ke lubangku. Begitu cepatnya kontol
itu memasuki lubangku dan Anto segera mengocoknya lembut disana. Kontol Anto sama
besarnya dengan kontol Andri.
Ketika ujung pentilku digigit-gigitnya, aku menggelinjang. Aku mulai merasakan nikmatnya. Kami
berpelukan dan saling menggoyang. Anto jauh lebih pintar dari Andri, apalagi jika dibandingkan
dengan Denny yang sudah 19 tahun itu. Aku mengangkat kedua kakiku tinggi-tinggi agar kontol
Anto kebih leluasa keluar-masuk.
“Ma, mulai sekarang, mama nggak boleh lagi sama Andri. Anto yang akan menggantikan Andri.”
katanya sembari terus mengocokkan kontolnya ke memekku.
“Iya, Sayang,” aku menyahut pendek.
“Daripada mama berikan dia celana, kan lebih bagus mama berikan kepada Anto, anak mama
sendiri,” katanya lagi.
“Iya, Mama janji, Sayang.” kataku.

Lihat Juga:
Cerita Dewasa Terbaru - Kisah Seks Dengan Teman Sekantorku Pak Johan

(baca Juga : Koleksi Kisah Dewasa Terbaru – Impianku Menjadi Nyata)

Kami terus saling memuaskan dan saling menggoyang. Sejak saat itu, kami terus melakukan
persetubuhan dan aku tidak mau lagi menggoda laki-laki lain yang merugikan usahaku.
Anto harus tetap menjadi milikku, bukan milik ayahnya. Lahir batin Anto adalah milikku. Kumpulan Cerita Seks Koleksi Kisah Dewasa Terbaru 18+ xxx Terlengkap Paling Seru Terpanas Berondong – Aku Janda Kembang 37 Tahun Ngeseks Dengan Berondong www.kisahbiru.men

Baca Juga :